Polri Ungkap Peran 13 Teroris Ditangkap di Riau, Terkait Bom Katedral Makassar?
Wikimedia Commons/Century O Alpha
Nasional

Densus 88 Antiteror Polri meringkus 13 teroris pada Senin (14/6) lewat operasi senyap yang memang digencarkan sejak awal 2021 lalu. Kini Polri pun mengungkap hasil pemeriksaan mereka.

WowKeren - Detasemen Khusus Antiteror 88 dari Polri melakukan operasi senyap meringkus sejumlah kelompok teroris yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Salah satu "tangkapan besar" adalah diringkusnya hingga 13 orang terduga teroris di Riau yang kini teridentifikasi sebagai bagian dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

Informasi ini seperti disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan. "Mereka diketahui jaringan teroris JI," tutur Ramadhan di Jakarta, Selasa (15/6).

Dan belakangan terungkap pula peran ke-13 teroris yang berhasil diringkus Densus 88 tersebut. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, menyebut mereka berperan dalam menyediakan tempat pelarian teroris lain yang sedang diburu Densus 88.

"Kelompok ini berperan melakukan atau membantu menyembunyikan," kata Rusdi di Mabes Polri. "Apabila ada DPO kepolisian yang menyangkut Jamaah Islamiyah ketika bergerak ke Riau."


Salah satu teroris yang sempat "memanfaatkan jasa" mereka adalah Para Wijayanto yang sempat bersembunyi di Riau. Namun Para Wijayanto yang merupakan buron napi teroris akhirnya berhasil ditangkap pada akhir 2020 lalu.

Lantas apakah ke-13 teroris ini terkait dengan aksi terorisme yang sempat menghebohkan awal tahun 2021 seperti ledakan bom di Gereja Katedral Makassar? Rupanya menurut Kabagpenum Divisi Humas Polri, kedua kelompok tidak saling terkait.

"Yang jelas jaringan ini berbeda dengan yang di Makassar itu JAD. Ini masih didalami Densus," ujar Ramadhan. Polri pun terus menyelidiki kaitan ke-13 teroris yang diciduk di Riau tersebut dengan terduga teroris JI yang ditangkap di Jawa Timur pada Januari 2021 kemarin.

Densus 88 memang meningkatkan operasi penangkapan terduga terorisme di berbagai wilayah Indonesia menyusul sejumlah aksi teror meresahkan yang terjadi sepanjang 2021. Yang terbaru adalah penangkapan 11 terduga teroris di Merauke, Papua dan satu terduga teroris di Balikpapan, Kalimantan Timur yang terkait dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berbaiat ke kelompok terorisme Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts