Efikasi Sampai 90 Persen, Kenapa Novavax Tak Bisa Dipakai untuk Vaksin Gotong Royong?
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Penelitian menyebut vaksin COVID-19 Novavax asal Amerika Serikat memiliki tingkat kemanjuran sampai 90 persen. Namun vaksin itu malah tidak bisa dipakai untuk Vaksinasi Gotong Royong.

WowKeren - Indonesia terus berusaha mendatangkan sejumlah besar dosis vaksin COVID-19 untuk mempercepat tercapainya herd immunity. Kementerian Kesehatan pun baru-baru ini mengonfirmasi merek vaksin Novavax asal Amerika Serikat siap masuk Indonesia mulai akhir Juli 2021.

"Mungkin sekitar akhir Juli. (Tahap pertama) rencananya 10 juta (dosis)," terang Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kepada Kumparan, Selasa (15/6). Padahal sebelumnya Kemenkes pernah mengungkap Novavax sudah berkomitmen mengirimkan hingga 50 juta dosis vaksin yang diharapkan selesai per Oktober mendatang.

Kedatangan Novavax tentu patut diantisipasi karena peneliti menyebut tingkat efikasi alias kemanjurannya mencapai 90 persen. Namun lewat beleid terbaru Kemenkes terungkap bahwa vaksin Novavax, bersama AstraZeneca, Sinovac, dan Pfizer tidak bisa digunakan untuk program Vaksinasi Gotong Royong.

Lewat Peraturan Menkes Nomor 18 Tahun 2021 yang disahkan pada 28 Mei 2021, disebutkan bahwa ada 3 merek vaksin yang digunakan untuk program Vaksinasi Gotong Royong yakni Sinopharm, Moderna, dan CanSino. Sedangkan untuk program vaksinasi pemerintah yang gratis adalah Sinovac dan kawan-kawan, termasuk Novavax.


Pengelompokan ini, jelas Nadia, disesuaikan dengan mekanisme penerimaan vaksin. Bila sebuah merek vaksin lantas diterima dengan skema hibah atau bantuan secara gratis, maka tidak bisa diperjualbelikan lewat program Vaksinasi Gotong Royong.

"Poin utama dari aturan ini untuk mengatur bahwa pemerintah diperbolehkan menerima vaksin yang sama dengan yang digunakan dalam Vaksinasi Gotong Royong selama itu merupakan skema hibah atau bantuan secara gratis. Bukan malah sebaliknya," terang Nadia, dikutip dari laman resmi Kemenkes, Selasa (15/6).

Novavax sendiri kemungkinan akan masuk ke Indonesia lewat skema hibah Fasilitas COVAX yang dikelola Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Karena itulah kemudian vaksin Novavax, yang meski tingkat efikasinya mencapai 90 persen, tidak bisa diedarkan lewat Vaksinasi Gotong Royong.

"Ada kemungkinan, Indonesia akan menerima hibah dari COVAX Facility dengan merk vaksin yang juga digunakan untuk vaksin Gotong Royong," ujar Nadia. "Indonesia tidak mungkin untuk pilih-pilih jenis vaksin yang dihibahkan secara gratis oleh COVAX karena seluruh dunia masih berebut vaksin."

"Selain itu, vaksin COVID-19 yang diperoleh dari hibah atau bantuan tersebut juga tidak boleh diperjualbelikan," imbuhnya. "Dan harus diberikan tanda khusus yang bisa dikenali secara kasat mata sebagai pembeda dengan vaksin Gotong Royong."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts