Wacana pembongkaran jalur sepeda saat ini tengah disoroti publik, khususnya pesepeda di DKI Jakarta. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta enggan memberikan komentarnya.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 18 Juni 2021 - 15:30 WIB
WowKeren - Pada Rabu (16/6), Polri bersama Komisi III DPR menggelar rapat kerja. Pada rapat tersebut juga membahas terkait dengan wacana pembongkaran jalur sepeda permanen di DKI Jakarta. Wacana itu pun disambut baik oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Terkait dengan wacana tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan memberikan komentar. Anies mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus untuk menangani lonjakan COVID-19.
"Kita semua sedang fokus masalah penanganan COVID-19, begitu banyak saudara-saudara kita yang terpapar, kita semua fokus pada keselamatan," tutur Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (18/6).
Sebelumnya, Listyo mengatakan bahwa pihaknya menyetujui wacana terkait dengan pembongkaran jalur sepeda di ibu kota. Meski demikian, akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Pemprov DKI Jakarta hingga Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Saya setuju untuk jalur sepeda permanen nanti dibongkar saja, kami akan studi banding ke luar, bagaimana sepeda olahraga dan sepeda terkait untuk bekerja," terang Listyo saat rapat.
Sementara itu, Komunitas Bike to Work mengkritik wacana tersebut. Ketua Tim Advokasi Bike to Work Fahmi Saimima menyebut bahwa wacana pembongkaran jalur sepeda itu sebagai bentuk kemunduran terbesar dalam bidang transportasi. Meski demikian, pihaknya tetap menyerahkan segala keputusan kepada pemerintah, baik akan disetujui ataupun tidak.
Menurut Fahmi, di tengah pengembangan konsep green city di seluruh dunia, termasuk DKI Jakarta, kemudian muncul wacana pembongkaran jalur sepeda itu merupakan suatu kemunduran. Maka dari itu, ia meminta pemerintah untuk kembali mengkaji wacana pembongkaran jalur sepeda. Hal ini lantaran telah didiskusikan bersama saat evaluasi jalur khusus road bike.
Di sisi lain, Ahmad Sahroni selaku anggota Komisi III DPR menegaskan bahwa hanya planter box-nya saja yang akan dibongkar, bukan jalur sepedanya. "Betonnya yang dibongkar, bukan jalur marka hijaunya, karena marka jalur hijau itu sudah benar karena sesuai aturan UU," tegas Ahmad dalam sebuah video, Jumat (18/6).
(wk/tiar)