Australia Murka UNESCO Masukkan Great Barrier Reef ke Daftar 'Dalam Bahaya'
Dunia

UNESCO PBB berencana memasukkan ekosistem terumbu karang terbesar dunia, Great Barrier Reef, ke daftar dalam bahaya yang memicu protes keras pemerintah Australia.

WowKeren - Ekosistem terumbu karang terbesar dunia, Great Barrier Reef, sedang menjadi sorotan. Sebab salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa memasukkan Great Barrier Reef dalam daftar warisan dunia yang dalam bahaya.

Adalah Komite Warisan Dunia Organisasi PBB bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) yang menyarankan status tersebut. UNESCO menyoroti adanya ancaman besar kerusakan Great Barrier Reef akibat perubahan iklim.

"Setelah pengamatan panjang kami (terhadap Great Barrier Reef), terlihat ada perubahan kondisi dari buruk menjadi sangat buruk," ujar UNESCO dalam laporan setebal 208 halamannya, dikutip dari UPI, Rabu (23/6). "Dan perburukan ini semakin cepat dan menyebar, bahkan dibandingkan tahun 2009-2014."

"(Great Barrier Reef) juga mengalami kerusakan parah (pemutihan) dari 2016, 2017," imbuh UNESCO. "Dan yang terbaru pada 2020 sebagai akibat perubahan iklim global."

UNESCO juga menyoroti keanekaragaman hayati serta kualitas air sekitar Great Barrier Reef yang tidak memenuhi standar. Karena alasan itulah wacana memasukkan Great Barrier Reef ke daftar dalam bahaya kembali bergema.


UNESCO menilai kemajuan dari usaha perbaikan yang dijanijkan Australia sangat lambat, terlepas dari miliaran dolar yang sudah digelontorkan Negeri Kanguru demi melindungi Great Barrier Reef. Klaim UNESCO ini pun sontak menjadi sorotan, dan tentu saja memicu amarah pemerintah Australia.

Menteri Lingkungan Hidup Australia Sussan Ley menilai UNESCO sudah "menelan ludah sendiri" atas janji mereka untuk tidak memasukkan Great Barrier Reef dalam daftar bahaya. Sebab enam tahun lalu, UNESCO berjanji akan mencegah Great Barrier Reef masuk dalam daftar genting atau rusak di "Reef 2050 Plan".

"Great Barrier Reef adalah terumbu karang dengan perawatan terbaik di dunia," tegas Ley, Selasa (22/6). "Draf rekomendasi tersebut dibuat tanpa memeriksa kondisi terumbu karang maupun informasi terbaru."

"Saya setuju perubahan iklim global adalah ancaan terbesar untuk terumbu karang di dunia," imbuhnya. "Namun dalam pandangan kami, juga menjadi dalih memasukkan terumbu karang dengan pengelolaan terbaik di dunia dalam daftar bahaya."

Karena itulah, pemerintah Australia menentang keras rekomendasi UNESCO tersebut. "Ini mengirimkan sinyal yang buruk kepada negara yang tidak melakukan yang terbaik untuk melindungi terumbu karangnya sebaik kami melakukannya," pungkas Ley.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts