Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengungkapkan bahwa mendiang Rachmawati Soekarnoputri telah dirawat di RSPAD karena COVID-19 sejak 26 Juni 2021 lalu.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 03 Juli 2021 - 11:07 WIB
WowKeren - Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan putri Presiden pertama RI Soekarno dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (3/7) pagi ini. Rachmawati meninggal dunia setelah sempat dirawat karena positif terpapar virus corona (COVID-19).
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade lantas menyatakan bahwa Rachmawati meninggal dunia karena COVID-19. "Infonya sih begitu (meninggal karena COVID-19)," ujar Andre kepada Liputan6.com, Sabtu.
Menurut Andre, Rachmawati yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut telah dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, sejak akhir Juni lalu karena COVID-19. "Pada 26 Juni sudah dikatakan dirawat di RSPAD," papar Andre.
Adapun jenazah Rachmawati kini masih berada di RSPAD Gatot Soebroto. Pihak rumah sakit akan menyerahkan jenazah Rachmawati kepada keluarga dengan menggunakan protokol COVID-19.
"Ya tentu saja, jenazah akan diserahkan sesuai protokol COVID-19," ujar Wakil Kepala RSPAD Brigjen TNI dr. A Budi Sulistya kepada detikcom, Sabtu.
Kabarnya, jenazah Rachmawati akan langsung dibawa ke Permakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, untuk dikebumikan. Namun Budi menyatakan bahwa pihak rumah sakit masih menunggu kepastian dari pihak keluarga Rachmawati.
"Kami masih menunggu kepastian dari pihak keluarga," ungkap Budi. "(Jenazah) masih di Rumah Jenazah RSPAD."
Sementara itu, Eko Suryo selaku Sekretaris Pribadi (Sespri) Rachmawati mengungkapkan bahwa pihak keluarga masih belum memutuskan tempat pemakaman. "Masih dibahas di keluarga Mas, saat ini jenazah masih di RSPAD," jelas Eko kepada Liputan6.com.
Meski demikian, Eko memastikan bahwa mendiang Rachmawati akan dimakamkan sesuai dengan protokol COVID-19. Eko juga mengungkapkan bahwa Rachmawati memiliki riwayat penyakit asma.
"Saya kurang tahu (meninggal karena) COVID-19 bukan, tapi beliau punya asma," pungkasnya.
(wk/Bert)