Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Bulu Tangkis Indonesia Dikabarkan Positif COVID-19
Instagram/noc.indonesia
Nasional

Olimpiade Tokyo 2020 akan segera digelar, para atlet Indonesia yang akan mengikuti perhelatan olahraga itu tengah mempersiapkan dirinya masing-masing. Di tengah persiapan, ada kabar tak sedap menghampiri atlet bulu tangkis.

WowKeren - Olimpiade Tokyo 2020 akan segera dimulai, Indonesia pun turut serta dalam perhelatan olahraga tersebut. Salah satu olahraga yang diikuti oleh Indonesia adalah bulu tangkis.

Belakangan, sempat tersiar kabar bahwa ada atlet bulu tangkis yang akan dikirim untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 2020, positif COVID-19. Akan tetapi, kabar tersebut telah ditepis oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC) Raja Sapta Oktohari.

Okto menyampaikan bahwa para atlet bulu tangkis Indonesia, negatif COVID-19. Sementara terkait dengan kabar yang mengatakan mereka positif COVID-19 itu merupakan false result.

"Saya sudah cek ke Persatuan Bulu tangkis Indonesia (PBSI) dan ternyata itu adalah false result, para atlet sudah melakukan tes ulang untuk COVID-19 dan hasilnya negatif semua," terang Okto kepada Kumparan, Sabtu (3/7).

Lebih lanjut, Okto mengatakan bahwa memang ada perbedaan hasil tes pertama dan kedua. Selain itu, hasil tes swab antigen dan PCR pun bisa memberikan hasil yang berbeda pula.


Selanjutnya, Okto menerangkan bahwa pihaknya baru mendapatkan laporan terkait para atlet yang dikirim ke Olimpiade Tokyo 2020. Dalam laporan tersebut, sejauh ini belum ada atlet yang positif COVID-19, baik dari bulu tangkis maupun cabang olahraga lainnya.

Okto menegaskan bahwa NOC sangat ketat dalam memberi imbauan kepada para atlet dan seluruh federasi olahraga nasional (PP/PB), terutama saat menjelang Olimpiade Tokyo 2020, yang akan diselenggarakan pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Pihaknya telah memberikan ultimatum keras bahwa siapa pun yang dinyatakan positif COVID-19, tidak akan diberangkatkan ke Tokyo.

Terkait dengan prosesi pelepasan para atlet ke Tokyo, Okto mengungkapkan akan dilakukan secara virtual. Hal ini dikarenakan agar para atlet tidak tertular dan terpapar COVID-19.

Sebelumnya, Okto juga telah meminta para jajaran pengurus untuk memantau ketat seluruh aktivitas para atlet, pelatih, dan ofisial yang akan mengikuti Olimpiade Tokyo 2020. Menurutnya, pengawasan ini perlu dilakukan, apalagi Olimpiade akan segera dilaksanakan.

"Ancaman COVID-19 nyata, lihat sekitar kita, saudara dan kerabat banyak yang terinfeksi dan meninggal," terang Okto kepada wartawan, Jumat (2/7). "Olimpiade tinggal tiga pekan lagi, dan NOC Indonesia memberi ultimatum keras bahwa semua yang terlibat di Olimpiade harus dipantau intensif."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait