Direktur RSUP Dr Sardjito Sleman, Rukmono Siswishanto, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya antisipasi kelangkaan oksigen sejak jauh- jauh hari.
- Bertilia Puteri
- Senin, 05 Juli 2021 - 10:27 WIB
WowKeren - Habisnya stok oksigen pada Sabtu (3/7) membuat 33 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, meninggal dunia. Direktur RSUP Dr Sardjito, Rukmono Siswishanto, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya antisipasi kelangkaan oksigen sejak jauh- jauh hari.
Pihak rumah sakit bahkan telah berkoordinasi dengan suplier oksigen seperti PT Samator dan PT Surya Gas sejak 29 Juni 2021 untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun Rukmono mengungkapkan bahwa stok oksigen memang mulai menipis pada Sabtu siang.
"Hal ini mengingat kebutuhan oksigen dan jumlah pasien yang makin banyak di RSUP Dr Sardjito berakibat menipisnya persediaan baik untuk oksigen sentral berupa liquid maupun oksigen tabung," jelas Rukmono dalam keterangannya pada Minggu (4/7). "Bahwa atas situasi tersebut, serta ditambah dengan masuknya pasien secara bersamaan pada Jumat 2 Juli 2021 maka kebutuhan oksigen makin meningkat sehingga menyebabkan persediaan makin menipis."
Pihak rumah sakit lantas melakukan pengaturan ulang terhadap seluruh penggunaan oksigen pasien. Mereka juga mengirim surat permintaan dukungan kepada berbagai pihak.
Pasokan oksigen di RSUP Dr Sardjito masih terus menurun hingga Sabtu pukul 15.00 WIB. Sedangkan pasokan oksigen tambahan diperkirakan baru bisa tiba di RSUP Dr Sardjito paling cepat Minggu (4/7) pukul 12.00 WIB.
"Selain itu juga dilaporkan bahwa persediaan oksigen sentral di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta akan mengalami penurunan pada hari Sabtu (3/7) mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan kehabisan persediaan oksigen yang diperkirakan pada pukul 18.00 WIB," paparnya. "Namun pada kenyataannya oksigen sentral habis pada sekitar pukul 20.00 WIB."
Pihak rumah sakit mendapatkan bantuan 100 tabung oksigen dari Polda DIY pada Minggu sekitar pukul 00.15 WIB. Kemudian truk oksigen liquid pertama tiba pada pukul 03.40 WIB dan mengisi tabung utama hingga oksigen sentral dapat berfungsi kembali. Setelah itu truk kedua tiba pada 04.45 WIB dan turut mengisi tabung utama.
Lebih lanjut, Rukmono memberikan klarifikasi mengenai pemberitaan puluhan pasien RSUP Dr Sardjito meninggal dunia. Ia mengungkapkan bahwa dari Sabtu pagi hingga Minggu pagi ada 63 pasien yang dinyatakan meninggal dunia, 33 orang di antaranya meninggal dunia pasca oksigen central habis.
"Sedangkan yang meninggal pasca oksigen sentral habis pukul 20.00 WIB maka kami sampaikan jumlahnya 33 pasien," paparnya.
Meski demikian, Rukmono menegaskan bahwa seluruh pasien yang tak tersuplai oksigen sentral tetap dirawat menggunakan suplai oksigen tabung. "Namun dalam kondisi tersebut, semua pasien yang tidak tersuplai oksigen sentral maka dalam pelayanannya tetap tersuplai menggunakan suplai oksigen. Salah satunya bantuan dari Polda DIY sejumlah 100 tabung tersebut," pungkasnya.
(wk/Bert)