Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, menarget Vaksin Merah Putih siap diproduksi pada 2022. Pasalnya saat ini Vaksin Merah Putih siap memasuki fase uji klinis.
- Elvariza Opita
- Jumat, 09 Juli 2021 - 00:21 WIB
WowKeren - Vaksin Merah Putih digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang kekebalan masyarakat Indonesia terhadap wabah infeksi virus Corona. Dikembangkan dengan menggandeng perguruan tinggi, disebut bahwa vaksin ini akan segera memasuki tahap uji klinis.
Tak hanya itu, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengungkap bahwa vaksin ini akan siap diproduksi mulai April 2022 mendatang. Dan ada beberapa prosedur yang mesti dilalui sebelum sampai tahap prosedur, seperti uji pra-klinis dan uji klinis demi mengetahui khasiat serta keamanannya.
"Ditargetkan nanti Maret 2022 terutama yang vaksin BUMN yang dikembangkan oleh Bio Farma itu sudah mendapatkan EUA (Emergency Use Authorization / izin penggunaan darurat) dari BPOM," ujar Honesti, Kamis (8/7). "Sehingga bulan April kita boleh produksi, (April) 2022."
Sebelumnya Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam melaporkan progres pengembangan Vaksin Merah Putih oleh Universitas Airlangga. Nizam pun berharap agar vaksin itu bisa segera diproduksi untuk berkontribusi dalam mengendalikan wabah COVID-19 di Tanah Air.
"Vaksin Merah Putih ini terus kita dorong dan dukung agar terus menunjukan hasil yang meningkat. Semoga Vaksin Merah Putih di Unair segera berhasil dengan efikasi yang tinggi agar dapat segera mengatasi COVID-19 di Indonesia," papar Nizam, Selasa (6/7).
Lantas bagaimana dengan khasiat vaksin ini? Benarkah Vaksin Merah Putih memiliki tingkat kemanjuran yang lebih baik daripada vaksin COVID-19 impor seperti Sinovac atau AstraZeneca yang selama ini didistribusikan di Indonesia?
Diterangkan Nizam, vaksin tersebut dikembangkan dengan virus yang berkembang di Tanah Air. "Karena vaksin yang dikembangkan di Unair itu basisnya adalah virus lokal diharapkan bisa lebih ampuh, efikasinya lebih tinggi di dalam mengatasi pandemi di Tanah Air," pungkasnya.
Selain Vaksin Merah Putih, Indonesia sebenarnya juga mengembangkan vaksin lokal lain yang disebut Vaksin Nusantara. Namun berbeda dengan Vaksin Merah Putih yang lebih "konvensional", Vaksin Nusantara dikembangkan dengan basis terapi sel dendritik.
(wk/elva)