Dengan tambahan hampir 40 ribu kasus COVID-19 baru setiap hari, kebutuhan akan tenaga kesehatan tentu ikut melonjak. Karena itulah muncul wacana turut menggandeng calon dokter dan perawat.
- Elvariza Opita
- Jumat, 09 Juli 2021 - 21:28 WIB
WowKeren - Belum ada dua bulan sejak libur Lebaran 2021 berakhir namun lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air begitu menjadi-jadi. Krisis ini pun perlahan membebani tenaga kesehatan, bahkan tak sedikit di antara mereka yang sampai ikut terjangkit COVID-19.
Karena itulah pemerintah berusaha menambah tenaga kesehatan untuk menangani pasien. Salah satunya dengan rencana melibatkan mahasiswa kedokteran sampai calon perawat dalam menangani pasien COVID-19.
"Menteri Kesehatan akan segera melakukan mobilisasi SDM untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan," terang Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi, Jumat (9/7). "Mahasiswa kedokteran tingkat akhir dan calon perawat akan dilibatkan untuk membantu situasi darurat ini."
Pemerintah juga terus berusaha menambah ruang perawatan pasien COVID-19 yang bertambah hampir 40 ribu setiap harinya. Salah satunya dengan mengonversi ruang perawatan non-COVID-19 untuk perawatan intensif pasien positif infeksi virus Corona, terutama di wilayah Jawa dan Bali.
"Melakukan konversi ruang perawatan non-COVID-19 menjadi ruang perawatan intensif untuk COVID-19. Terutama di rumah sakit di Jawa dan Bali dengan dukungan peralatan seperti ventilator serta tambahan tenaga kesehatan," kata Dedy dalam konferensi pers virtualnya.
"Kementerian Kesehatan, TNI, Polri dan BNPB akan meningkatkan jumlah tempat isolasi," imbuh Dedy. "Dan meminta pemerintah daerah untuk menemukan solusi lain terkait upaya penambahan ruang perawatan untuk pasien COVID-19."
Sebagai informasi, pada Jumat (9/7) hari ini Indonesia melaporkan 38.124 kasus positif baru. Dengan demikian, total kumulatif kasus positif COVID-19 sejak awal pandemi adalah 2.455.912, dengan 367.733 di antaranya kini berstatus kasus aktif alias memerlukan perawatan. Tentu angka ini sangat mengkhawatirkan karena berpeluang membuat sistem kesehatan Indonesia kolaps.
Sebanyak 28.975 pasien COVID-19 dikonfirmasi sembuh pada hari ini, sehingga totalnya 2.023.548. Sedangkan 871 kasus meninggal COVID-19 juga dikonfirmasi pada hari yang sama, dengan total kumulatif 64.631.
Di sisi lain, pemerintah juga terus berkomitmen melindungi nakes di tengah "badai" COVID-19 yang terjadi. Salah satunya dengan menyediakan vaksinasi dosis ketiga alias booster menggunakan vaksin Moderna yang siap dimulai pekan depan.
(wk/elva)