Kebutuhan oksigen sebagai penanganan pasien COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Meningkatnya kebutuhan oksigen ini dikarenakan adanya lonjakan kasus COVID-19.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Sabtu, 10 Juli 2021 - 08:34 WIB
WowKeren - Lonjakan COVID-19 yang terjadi di Indonesia belakangan ini membuat kebutuhan oksigen menjadi sangat meningkat. Pemerintah sendiri tengah berupaya keras agar bisa memenuhi kebutuhan oksigen.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa saat ini, kebutuhan pasokan oksigen untuk menangani pasien COVID-19 di Jawa dan Bali mencapai hingga 2.620 ton per hari. Akan tetapi produksi oksigen hanya mampu mencapai angka 1.400 ton per harinya.
"Produksi oksigen yang sudah kami petakan di Pulau Jawa itu sekitar 1.400 ton," terang Dante dalam konferensi pers virtual, Jumat (9/7). "Sedangkan kebutuhan di Pulau Jawa dan Bali sekitar 2.620 ton sehari."
Dante mengungkapkan kasus harian kembali mencetak rekor yakni menambah sekitar 38 ribu kasus. "Kita tahu bahwa pertumbuhan kasus baru COVID-19 ini, kasus barunya kemarin sekitar 38 ribu, dari 38 ribu tersebut, 8 ribu di antaranya mengalami fatality dan akhirnya wafat," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah akan membentuk Satgas oksigen di setiap provinsi di Pulau Jawa. Tugas dari Satgas oksigen nantinya adalah mendata kebutuhan oksigen setiap rumah sakit di masing-masing provinsi.
"Mengenai oksigen sudah diputuskan bahwa di Jawa setiap provinsi akan membentuk Satgas oksigen, di mana Satgas oksigen ini akan mendata menggunakan sistemnya tadi saya sampaikan," tutur Budi dalam konferensi pers Penerapan PPKM Darurat di Luar Jawa Bali, Jumat (9/7). "Seluruh kebutuhan oksigen di masing-masing rumah sakit di provinsi yang bersangkutan."
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa Satgas oksigen ini nantinya juga akan berhubungan dengan Satgas di kantor pusat yang akan menghubungkan antara rumah sakit dengan produsen oksigen di Indonesia. Bahkan jika pasokan oksigen dirasa masih kurang dan diperlukan, pemerintah siap untuk melakukan impor oksigen.
Budi mengungkapkan bahwa sebelum terjadinya lonjakan COVID-19 beberapa waktu belakangan ini, pasokan oksigen masih bisa terpenuhi. Akan tetapi, bersamaan dengan lonjakan kasus, kebutuhan oksigen pun ikut meningkat.
(wk/tiar)