Papua Siap Lockdown Pada Agustus Demi Hadirkan Penonton PON XX
https://ap1.co.id/
Nasional
COVID-19 di Indonesia

PON yang diselenggarakan di Papua tidak lama lagi akan segera dimulai. Pemprov pun saat ini tengah mempersiapkan segala hal agar bisa terselenggara dengan baik sesuai rencana.

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih melanda Indonesia. Hal ini membuat pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat hingga melakukan percepatan vaksinasi COVID-19.

Sementara itu, Provinsi Papua berencana akan menerapkan penguncian wilayah atau lockdown pada 1 Agustus mendatang. Hal ini dilakukan demi bisa mendatangkan penonton saat menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON). Selain lockdown, Pemprov Papua juga tengah fokus melaksanakan vaksinasi COVID-19.

Mohammad Musa'ad selaku Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Papua berharap penerapan lockdown nantinya bisa membuat angka kasus COVID-19 turun. Kemudian kekebalan komunitas atau herd immunity juga tercapai, dan PON di Papua bisa diselenggarakan dengan penonton.

"Harapan kita supaya PON dilaksanakan dengan penonton minimal 25 persen," tutur Musa kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/7). "Jangan sampai tidak ada penonton, karena masyarakat Papua semua sudah tahu ini adalah kesempatan baik, penghargaan bagi masyarakat Papua."


Maka dari itu, Musa menuturkan bahwa pihaknya akan mengejar vaksinasi COVID-19 sebesar 70 persen penduduk di masa lockdown, terutama di daerah-daerah sekitar tempat penyelenggaraan PON. Penerapan lockdown juga bertujuan untuk mencegah penyebaran varian Delta.

"Kita tutup dulu sementara pintu masuk ke Papua, untuk mengurangi penyebaran terutama varian Delta ini," terang Musa. "Kemudian kita fokus melakukan vaksinasi dalam jangka waktu satu bulan supaya kita bisa mencapai 70 persen ke atas, herd immunity".

Adapun daerah-daerah yang menjadi fokus vaksinasi COVID-19 di sekitar tempat penyelenggaraan PON adalah Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mimika, serta Kerom. Vaksinasi COVID-19 ini ditargetkan selesai pada awal September. Setelah itu, Pemprov Papua akan melapor kepada Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan putusan jumlah penonton yang boleh hadir.

Meski demikian, Musa menyampaikan bahwa putusan lockdown itu belum keputusan final. Akan tetapi, Pemprov dan DPR Papua telah sepakat membentuk tim untuk mematangkan rencana tersebut.

"Kemungkinan penutupan itu semua sudah hampir sepakat ya, kita pemerintah harus tutup karena temuan-temuan terakhir ini kan di Papua ini lebih banyak datang dari luar, terutama dari kapal laut," tandas Musa. "Rencananya mulai 1 Agustus, karena kita punya PPKM berakhir di tanggal 25 Juli. Jadi kita rencananya sesudah itu."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts