BMKG Ingatkan Kemensos Soal Pacitan Jatim 'Zona Merah' Tsunami 14 Meter, Simak Peringatannya
Flickr/iearnusa
Nasional

BMKG mengingatkan kembali potensi gempa bumi dan tsunami besar yang bisa melanda Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang bahkan dikategorikan zona merah oleh lembaga tersebut.

WowKeren - Peringatan gempa bumi dan tsunami besar yang bisa melanda Jawa Timur sudah pernah disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. Kini BMKG pun kembali mengingatkan hal serupa yang secara spesifik disampaikan kepada Kementerian Sosial.

BMKG meminta Kemensos untuk mengantisipasi skenario terburuk bencana yang bisa melanda Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Rupanya karena Kabupaten Pacitan terletak dekat dengan teluk yang mengumpulkan tenaga gelombang tinggi dan relatif dekat letak episentrum gempa, sehingga bisa dibilang masuk dalam zona merah.

Tak main-main, gelombang tsunami yang bisa menerjang Kabupaten Pacitan mencapai 10-14 meter. Berikut penuturan Dwikorita selengkapnya.

"Misalnya peta daerah Pacitan, Jawa Timur, warna merah menunjukkan gelombang tinggi 10-14 meter," terang Dwikorita ketika Menteri Sosial Tri Rismaharini memberi arahan soal kesiapsiagaan bencana, Rabu (21/7). "Semakin merah, semakin tinggi pula gelombang. Warna kuning gelombang 2-3 meter, serta warna hijau gelombang setengah meter."


Yang patut disoroti, akses warga Kabupaten Pacitan di zona merah menuju zona hijau yang tercepat adalah melalui sungai yang mengalir. Namun tentu saja opsi yang baik jika terjadi tsunami karena berpotensi menambah dampak kerusakan wilayah.

Karena itulah, Dwikorita mengingatkan pentingnya mengintegrasikan penduduk di zona merah supaya mudah mengevakuasi diri ke zona hijau. Dwikorita pun mendorong seluruh jajaran untuk membangun infrastruktur tahan gempa sebagai jalur evakuasi warga.

Dwikorita lantas mengutip situasi di Palu, Sulawesi Tengah sebagai pembanding. Sebab menurutnya infrastruktur untuk evakuasi gempa sudh disiapkan sejak 2009, namun bahannya nyatanya tak kuat menahan bencana gempa bumi sehingga mereka tidak selamat ketika berusaha mengevakuasi diri.

Pasalnya untuk gempa bumi di Kabupaten Pacitan sendiri, menurut Dwikorita, bisa mencapai magnitudo 8,7. Karena itulah ia mendorong supaya empat langkah strategis kesiapsiagaan bencana yang disampaikan Risma bisa segera dilaksanakan, termasuk tidak meremehkan prakiraan BMKG.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts