RI Borong 6 Jet Tempur Korsel T-50i Senilai Rp3,4 Triliun Saat 'Badai' COVID-19
Flickr/koreaaero
Nasional

Kementerian Pertahanan akan mendatangkan secara bertahap 6 jet tempur T-50i buatan Korea Selatan sampai tahun 2024 mendatang. Nilai kontrak ini mencapai Rp3,4 triliun.

WowKeren - Kementerian Pertahanan kembali menjadi sorotan di tengah "badai" COVID-19 Indonesia. Bila sebelumnya karena rancangan anggaran ambisius mencapai Rp1.700 triliun, kementerian di bawah komando Menteri Prabowo Subianto itu sekarang mencuri perhatian dengan mendatangkan 6 jet tempur taktis dari Korea Selatan.

Sebanyak 6 jet tempur taktis atau latih T-50i dibeli oleh Kemhan dari perusahaan Korea Selatan, Korea Aerospace Industries (KAI). Nilai kontrak pembelian pesawat tempur itu mencapai Rp3,4 triliun.

"Berdasarkan kontrak tersebut, KAI akan mengekspor 6 unit T-50i dan paket dukungan lanjutan untuk pengoperasian pesawat ke Indonesia," tutur Biro Humas Kemhan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/7). Disebutkan pula oleh Kemhan bahwa kerjasama ini bukan yang pertama kali dilakukan dengan KAI setelah pembelian perdana pada pertengahan 2014 lalu.

"Perlu disampaikan bahwa Kementerian Pertahanan RI telah melakukan kerja sama dengan KAI sudah cukup lama yaitu sejak 2014," ungkap Kemhan. "Saat itu, tepatnya pada awal tahun 2014, Kementerian Pertahanan pertama kali menerima 16 Unit Pesawat T-150i dari KAI Korea Selatan selaku produsen pesawat tersebut."


Kemhan pun memastikan bahwa pengadaan jet tempur ini sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Pengadaan ini sendiri bersifat strategis karena TNI Angkatan Udara harus menyiapkan penerbang tempur yang andal.

"Proses pengadaan enam unit T-50i telah melalui prosedur dan aturan yang berlaku dengan melibatkan K/L terkait dengan mengedepankan aspek efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas," sambung Kemhan memastikan. "Sehingga objektivitas dalam setiap tahapan proses kontrak dapat dipertanggung jawabkan."

Kemhan juga menegaskan bahwa pengadaan 6 unit jet tempur T-50i ini tetap memerhatikan optimalisasi pemanfaatan komponen industri dalam negeri. Sedianya jet tempur ini akan masuk secara bertahap mulai dari 16 Desember 2021 sampai 30 Oktober 2024.

Indonesia pun bukan satu-satunya negara yang membeli jet tempur taktis dari perusahaan yang berdiri pada 1999 tersebut. KAI sudah mengekspor pesawat tempur buatan mereka ke Indonesia, Irak, Thailand, Turki, Peru, dan Filipina.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts