Sempat Sebut Ada 2 Kasus Varian Delta Plus Di Jambi, Eijkman Koreksi Hanya 1
pixabay.com
Nasional

Sebelumnya, varian Delta Plus disebut telah masuk ke Indonesia. Ketua Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman menyebut bahwa telah ditemukan kasus infeksi COVID-19 varian Delta Plus.

WowKeren - Angka COVID-19 di Indonesia hingga saat ini masih tinggi. Bahkan beberapa waktu belakangan, disebut varian baru Delta Plus sudah mulai masuk ke Indonesia. Terkait hal ini, pakar menyebut bukanlah hal yang mengagetkan.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio mengatakan bahwa saat ini di Indonesia baru ditemukan ada satu kasus infeksi varian Delta Plus. Hal ini disampaikan untuk mengoreksi pernyataan sebelumnya yang menyebutkan ada tiga pasien terinfeksi varian Delta Plus yakni di Mamuju, Sulawesi Barat, dan dua di Jambi.

Amin mengatakan bahwa setelah ditelaah kembali, ternyata dua kasus di Jambi itu bukan varian Delta Plus, melainkan varian lokal atau B.1.466.2. Sedangkan untuk kasus varian Delta Plus itu sendiri ditemukan di Mamuju.

Varian Delta Plus ini menjadi subvarian baru yang menarik perhatian para medis. Varian yang dikenal sebagai B.1.617.2.1 ata AY 1 ini diperkirakan memiliki mutasi yang memungkinkan virus menyerang sel paru-paru dengan lebih baik dan berpotensi lolos dari vaksin.


Lebih lanjut, Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu mengatakan bahwa Delta Plus merupakan tetap varian Delta. Hanya saja ada sedikit perbedaan yakni Delta Plus memiliki mutasi tambahan pada protein spike, K417N. "Karakter dasaranya masih Delta ya, jadi memang lebih cepat daripada varian lain penularannya," tutur Amin kepada Tempo.co, Minggu (1/8).

Sebelumnya, Eijkman melaporkan bahwa terdapat dua varian Delta Plus yang terkonfirmasi di Jambi serta satu kasus yang sama di Mamuju. Akan tetapi, setelah dilakukan penelitian lebih dalam, ternyata dua kasus yang ditemukan di Jambi bukanlah varian Delta Plus.

Di sisi lain, Satgas Penanganan COVID-19 sebelumnya, telah mempersiapkan skenario dalam mencegah agar varian Delta Plus ini tidak menyebar seperti varian Delta. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Adapun salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Hal ini dilakukan juga untuk menekan mobilitas masyarakat.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait