Begini Kata Lifter Nurul Akmal Usai Alami Body Shaming Saat Pulang ke RI
Instagram/nurulakmal_12
Nasional

Atlet angkat besi putri yang berhasil mencapai lima besar di babak final Olimpiade Tokyo ini mendapat komentar bermuatan body shaming yang membuat berang masyarakat.

WowKeren - Seluruh atlet kontingen Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo sudah kembali ke Tanah Air. Sayangnya, tak melulu disambut sebagai kebanggaan, rupanya ada atlet yang malah menjadi korban body shaming.

Yang mengalaminya adalah atlet angkat besi putri kelas berat, Nurul Akmal, yang kemarin menjadi salah satu finalis di Olimpiade Tokyo. Meski tak menyabet medali, Nurul Akmal sukses menduduki peringkat kelima yang menjadi prestasi tersendiri untuknya, apalagi karena ini merupakan debut olimpiadenya.

Amel, demikian biasa sang atlet kelahiran 1993 ini disapa, rupanya mendengar langsung ketika komentar body shaming itu disampaikan kepadanya. Namun Amel ternyata tidak mau ambil pusing dan menganggapnya sebagai candaan belaka.

"Mohon maaf, yang begitu kenapa harus di-up? Mungkin bercanda. Iya dengar, mungkin candaan itu," tutur Amel kepada Wolipop Detik, Kamis (5/8).


Amel yang kini tengah menjalani isolasi mandiri di Hotel Raffles itu tidak mau memusingkan komentar bermakna body shaming. Malah Amel kini mengaku lebih fokus untuk mempersiapkan diri jelang berbagai pertandingan yang akan datang ketimbang memusingkan komentar negatif yang mengarah kepadanya.

"Amel mau lebih fokus latihan lagi. Di depan ada PON Papua dan masih ada SEA GAMES. Kalau candaan gitu biasa saja, nggak apa-apa. Yang penting kita tetap berbuat baik," pungkasnya dengan begitu ramah.

Meski Amel menganggap komentar itu sekadar angin lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan tegas mengutuk siapapun yang melakukan aksi body shaming tersebut. Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, mengecam aksi tersebut yang dianggap sudah merendahkan olahragawan.

"Komentar itu sangat tidak etis, tidak sopan dan betul-betul body shaming. Kami dari Kemenpora tentu mengecam keras ucapan tersebut," tegas Gatot kepada Kumparan, dikutip pada Jumat (6/8).

Menurutnya, sikap body shaming oleh oknum tak bertanggung jawab itu mencederai makna di Piagam Olimpiade. "Hal-hal yang terkait di antaranya yang cenderung mengarah pada notasi yang merendahkan harga diri dan identitas olahragawan adalah bertentangan dengan Piagam Olimpiade," imbuhnya menegaskan.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait