Sebelumnya, Indonesia termasuk dalam negara yang harus melakukan karantina di negara ketiga sebelum akhirnya sampai di Arab Saudi untuk menjalankan Umrah. Kini, KJRI Jeddah menyampaikan update terbaru.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 26 Agustus 2021 - 09:52 WIB
WowKeren - Arab Saudi telah membuka akses bagi warga asing yang ingin melaksanakan Umrah. Meski demikian, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh para jemaah asing, seperti telah divaksin penuh.
Sementara untuk Indonesia, Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali memastikan bahwa belum bisa mengirimkan calon jemaah umrah lantaran statusnya masih ditangguhkan atau suspend oleh otoritas Arab Saudi. Hal ini disampaikannya dalam merespons kebijakan Arab Saudi yang telah mencabut larangan masuk bagi ekspatriat dari 20 negara, termasuk Indonesia.
Akan tetapi, Endang menjelaskan bahwa pencabutan larangan masuk bagi ekspatriat itu hanya untuk para Muqimin atau orang yang sudah memiliki izin tinggal di Arab Saudi dan kembali secara langsung. Artinya bahwa bukan untuk calon jemaah Umrah.
"(Kebijakan itu) bukan untuk umum dan Umrah, status kita masih suspend," tutur Endang kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/8). "Dengan syaratnya (kebijakan untuk ekspatriat), misalnya sebelum keluar dari Arab Saudi atau pulang ke Indonesia itu sudah vaksin di Saudi."
Lebih lanjut, Endang menerangkan bahwa selain penerbangan Umrah, pemerintah Arab Saudi juga masih melakukan kajian mengenai penggunaan dua vaksin hasil produksi Tiongkok, yakni Sinovac dan Sinopharm bagi para jemaah. Hingga saat ini, hasil dari kajian tersebut belum juga keluar dari otoritas Arab Saudi.
Adapun hasil kajian itu, kata Endang, nantinya akan merujuk kepada keputusan apakah calon jemaah Umrah dari negara lain, termasuk Indonesia yang sudah memperoleh 2 dosis vaksin hasil produksi Tiongkok itu bisa masuk ke Arab Saudi atau tidak. Seperti yang diketahui, Arab Saudi hanya menyetujui penggunaan vaksin Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson&Johnson.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pihaknya bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan mencoba melobi ke Arab Saudi mengenai penggunaan vaksin produksi Tiongkok. "Jadi ya nanti ini kami bersama Kemenlu dan Kemenag mencoba melobi ke sana ya nanti ini nanti," terang Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi Kesehatan DPR, Rabu (25/8).
(wk/tiar)