Kapolda Sumsel Dicopot Ternyata Bukan Imbas Prank Sumbangan Rp2 T Akidi Tio
Nasional

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri menjadi salah satu yang dimutasi jabatannya oleh Kapolri. Keputusan ini pun dikaitkan dengan sumbangan fiktif Rp2 triliun dari Akidi Tio beberapa waktu lalu.

WowKeren - Heboh donasi Rp2 triliun dari Akidi Tio yang ternyata hoaks belaka masih begitu segar di ingatan publik. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri, sampai memohon maaf karena kegaduhan yang berikutnya timbul.

Dan sekitar sebulan setelah kasus tersebut, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memutuskan merotasi beberapa petinggi kepolisian, termasuk Eko. Kini Eko tak lagi menjabat sebagai Kapolda Sumsel, sebagaimana diatur di surat nomor ST/1701/VIII/KEP2021.

Kini Eko sudah dipindahkan ke jabatan Karosahli Kapolri, sebuah berita yang kemudian dibenarkan juga oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Pol Rusdi Hartono. "Ya benar," tutur Rusdi, Rabu (25/8).

Selanjutnya jabatan Kapolda Sumsel yang ditinggalkan Eko akan diisi oleh Irjen Pol Tomi Harmanto, mantan Kapolda Sumatera Barat. Lantas apakah pencopotan ini benar terkait kasus sumbangan Rp2 triliun Akidi Tio tersebut?


Mabes Polri sendiri membantah tudingan tersebut dan menegaskan mutasi jabatan awam dilakukan di organisasi kepolisian. Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, menyatakan bahwa rencana mutasi ini sudah ada sejak lama untuk penyegaran organisasi.

"Sudah lama menjadi Kapolda dan untuk penyegaran organisasi," jelas Argo kepada CNN Indonesia, dikutip pada Kamis (26/8). "Pindahnya juga dalam level yang sama."

Di sisi lain, hingga kini kasus sumbangan Rp2 triliun tersebut masih bergulir secara hukum. Sedangkan terkait keterlibatannya, Eko sendiri sudah meminta maaf atas kelalaiannya yang tidak terlebih dahulu memeriksa keberadaan uang tersebut dan menegaskan semula hanya berniat baik membantu penyaluran bantuan kemanusiaan.

"Saya minta maaf khususnya kepada Kapolri, pimpinan di Mabes Polri, anggota Polri, masyarakat Sumsel, tokoh agama, dan tokoh adat," ujar Eko pada 5 Agustus 2021 lalu. "Terutama Forkopinda Sumsel, Gubernur, Pangdam, dan Danrem."

Kendati demikian, pihak kepolisian tetap memeriksa Eko terkait polemik sumbangan fiktif tersebut. Bukan cuma Eko, anak Akidi Tio, Heriyanty, juga ikut diperiksa terkait gaduh donasi Rp2 triliun tersebut.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait