Kabar baik mengenai perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia disampaikan oleh Kemenkes. Pihak Kemenkes telah mengevaluasi perkembangan COVID-19 selama sepekan terakhir.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 26 Agustus 2021 - 13:51 WIB
WowKeren - Angka COVID-19 di Indonesia hingga saat ini masih terbilang tinggi. Meski demikian, kasus nasionalnya telah mengalami penurunan dan konsisten sejak Juli lalu. Sedangkan untuk angka kesembuhan juga terus mengalami kenaikan.
Terkait perkembangan angka kasus COVID-19 secara nasional itu diungkapkan oleh Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Penurunan kasus signifikan terutama terjadi di Provinsi Papua Barat, Maluku, dan Jawa Tengah dengan persentase penurunan kasus tertinggi dibandingkan pekan sebelumnya," tutur Nadia kepada Media Indonesia, Jakarta, Kamis (26/8).
Nadia mengungkapkan bahwa penurunan angka kasus COVID-19 itu terjadi setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang kemudian dilanjutkan dengan Level 2, 3, dan 4. Berdasarkan hasil evaluasi mingguan, angka kasus COVID-19 nasional mengalami penurunan hingga 34 persen.
Lebih lanjut, Nadia menjelaskan bahwa penurunan angka kasus COVID-19 itu sangat berhubungan dengan jumlah orang yang diperiksa. Ia lantas mendorong agar provinsi, kabupaten, dan kota untuk terus meningkatkan testing di wilayahnya masing-masing.
"Kementerian Kesehatan juga mencatat jumlah kematian mingguan menurun sebesar 16 persen dibandingkan Minggu sebelumnya," beber Nadia.
Maka dari itu, Nadia meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan bijak dan disiplin secara ketat. Selain itu, vaksinasi juga harus tetap dijalankan dan ditingkatkan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia telah berhasil melewati puncak gelombang kedua COVID-19. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah hasil dari pelaksanaan PPKM Level dan masifnya pelaksanaan vaksinasi COVID-19.
"Sejak Juni Juli Agustus terlihat kasus harian rata-rata di atas 50 ribu," terang Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Rabu (25/8). "Kemudian penurunan ini karena PPKM dan langkah luar biasa untuk tingkatkan kapasitas dan ruang isolasi dan 3T (testing, tracing, treatment)."
Selanjutnya, Sri Mulyani tidak menampik bahwa dalam penurunan kasus COVID-19 itu ada andil dari masyarakat Indonesia. Artinya bahwa, Sri Mulyani menilai masyarakat telah disiplin dalam menerapkan prokes.
(wk/tiar)