Video mobil ambulans menyalip rombongan Presiden Joko Widodo tersebut diambil di tepi Jalan DI Panjaitan, Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa (24/8) lalu.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 26 Agustus 2021 - 15:33 WIB
WowKeren - Video yang menunjukkan sebuah ambulans "menyalip" rombongan Presiden Joko Widodo di Samarinda, Kalimantan Timur, meramaikan media sosial. Diketahui, video tersebut diambil di tepi Jalan DI Panjaitan, Samarinda, pada Selasa (24/8).
Video tersebut diunggah salah satunya oleh akun Instagram @info_samarinda_. Warganet pun memberikan respons positif atas video tersebut.
Sopir ambulans tersebut, Ahmad Faisal, lantas membagikan pengalamannya "menyalip" rombongan Presiden. Ahmad menjelaskan bahwa dirinya kala itu membawa seorang pasien dengan kelihan kencing dan BAB berdarah dari Puskesmas Sungai Siring ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.
"Dalam perjalanan ketemu rombongan. Saya tahu memang kalau Pak Presiden mau datang, tapi yang saya enggak tahu ternyata rombongan yang saya salip ini Pak Presiden," ungkap Ahmad kepada Kompas.com pada Rabu (25/8).
Menurut Ahmad, ia awalnya menyalip beberapa mobil minibus. Kondisi pasien yang telah terbaring lemah dengan diagnosa hemoglobin rendah membuat Ahmad terus memacu ambulansnya.
Setibanya di Jalan DI Pandjaitan, ia melihat mobil hitam dengan pelat bertuliskan RI 1. Ahmad pun baru mengetahui rombongan tersebut adalah rombongan Presiden.
"Kagetlah saya. Bingung mau nyalip atau enggak, mau nyalip atau enggak. Takut-takut juga saya kan," katanya.
Setelah itu, seorang pengawal Presiden yang mengendarai sepeda motor pun memberi isyarat agar ambulans Ahmad maju menyalip rombongan. Sang Presiden sendiri disebut sempat membuka kaca mobil dan melambaikan tangan.
"Akhirnya saya maju, saya bukakan kaca, saya bilang izin Pak. Kaca mobil Pak Presiden terbuka juga, dia melambaikan tangan, baru saya maju," tuturnya.
Diketahui, Jokowi dan rombongannya melintasi Jalan DI Pandjaitan kala hendak menuju SMP 22 Samarinda di Jalan Pahlawan. Kala itu, Jokowi didampingi oleh sejumlah pejabat negara hendak meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar di sana.
(wk/Bert)