Ramai Bahas Wacana Amandemen UUD 1945, Jokowi Tegaskan Bukan Datang Dari Istana
Instagram/jokowi
Nasional

Belakangan ini, publik ramai memperbincangkan mengenai wacana amandemen UUD 1945 dan presiden 3 periode. Hal ini pun mendapat tanggapan dari Presiden Jokowi.

WowKeren - Belakangan ini, wacana amandemen UUD 1945 kembali muncul dan ramai diperbincangkan publik. Hal ini pun lantas mendapat tanggapan dari Presiden Joko Widodo.

Jokowi telah melangsungkan pertemuan dengan partai politik dan non politik di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi membahas banyak hal, termasuk wacana amandemen UUD 1945.

Ahmad Rofiq selaku Sekjen Perindo mengatakan bahwa Jokowi menegaskan munculnya wacana amandemen UUD 1945 itu bukan lah berasal dari dirinya. Selain itu, Jokowi juga bukan merupakan Ketua Umum Partai Politik.

"Saya bukan Ketua Umum Partai, jadi saya tidak punya hak apa-apa untuk menyampaikannya," tutur Jokowi seperti yang disampaikan oleh Rofiq, Kamis (2/9). "Dan juga wacana amandemen itu bukan dari saya."

Lebih lanjut, kata Rofiq, Jokowi juga menyampaikan siapa yang bisa menjamin kalau amandemen tersebut dilakukan secara terbatas. Jokowi mengkhawatirkan apabila amandemen dibuka, pasti melebar kemana-mana. "Presiden Jokowi sangat keberatan terkait dengan amandemen," ungkap Rofiq.


Selain muncul wacana amandemen UUD 1945, juga ramai membahas isu presiden 3 periode. Hal ini pun mendapat tanggapan dari Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa ia tidak memiliki keinginan untuk menjabat 3 periode. Ia pun menegaskan bahwa wacana presiden 3 periode itu bukan lah dari Istana.

Di sisi lain, wacana presiden 3 periode tidak mungkin bisa terjadi lantaran baliho para ketua umum partai yang kemungkinan akan maju di Pilpres 2024 telah terpasang dimana-mana. Melihat hal itu, Jokowi mengaku senang karena calon-calon presiden yang akan datang telah ramai bermunculan.

Satu hal yang tak kalah penting disampaikan oleh Jokowi, kata Rofiq, adalah jangan sampai wacana amandemen UUD 1945 itu disebut muncul dari Istana. Kemudian juga ada isu hiden agenda untuk meloloskan agenda tertentu di luar wacana presiden 3 periode.

Dalam pertemuan dengan partai parpol dan non parpol itu, Jokowi diketahui memberikan kesempatan kepada para ketua umum untuk menyampaikan masukan. Salah satu ketua umum itu adalah Hary Tanoesodibjo dari Partai Perindo.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait