PBB Ikut Khawatir Soal Uji Rudal Balistik Korea Utara, Sebut Ancaman Serius Bagi Perdamaian Dunia
pixabay.com/Ilustrasi/padrinan
Dunia

Duta besar Prancis untuk PBB, Nicolas de Riviere menilai uji coba yang menurut Korea Utara diluncurkan menggunakan sistem rudal yang dibawa kereta api itu bisa mengancam perdamaian dunia.

WowKeren - Aksi Korea Utara yang belum lama ini menembakkan sepasang rudal balistik rupanya turut menyita perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Uji coba rudal balistik itu membuat anggota dewan keamanan PBB harus melakukan pertemuan darurat.

Uji coba itu dianggap sebagai ancaman serius. Nicolas de Riviere, Duta besar Prancis untuk PBB menyatakan ada konsensus untuk mengutuk uji coba rudal itu yang telah menyita perhatian dunia. Menurutnya, uji coba yang menurut Korea Utara diluncurkan menggunakan sistem rudal yang dibawa kereta api itu bisa mengancam perdamaian dunia.

"Semua orang sangat prihatin dengan situasi ini," kata de Riviere. "Ini adalah ancaman besar bagi perdamaian dan keamanan, ini jelas merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan."

Terlebih lagi, rudal itu jatuh dalam zona ekonomi eksklusif Jepang. Kantor Berita Pusat Korea KCNA mengatakan jika rudal itu merupakan bagian dari uji coba "sistem rudal yang dibawa kereta api" baru yang dirancang sebagai serangan balik potensial untuk setiap kekuatan yang mengancam negara.


Tak hanya Korea Selatan, pihak berwenang Jepang juga mengatakan jika mereka telah mendeteksi tembakan dua rudal balistik dari Korea Utara pada hari Rabu (15/9). Sementara itu, beberapa jam setelah Korea Utara menembakkan rudalnya, Korea Selatan juga mengambil langkah serupa.

Korea Selatan sebelumnya mengatakan telah melakukan uji coba rudal bawah air pertamanya. Misil yang merupakan buatan dalam negeri Korea Selatan, ditembakkan dari kapal selam kelas 3.000 ton dan terbang pada jarak yang ditentukan sebelum mencapai target.

Seperti diketahui, Korea Utara dan Korea Selatan tengah terlibat dalam perlombaan senjata yang kian panas. Kedua negara itu silih berganti meluncurkan rudal dan senjata lainnya.

Langkah Korea Utara tentu menyita perhatian berbagai pihak, salah satunya Inggris yang turut mengecam. "Kami mendesak Korea Utara untuk menahan diri dari provokasi lebih lanjut, dan untuk kembali berdialog dengan AS," kata Menteri Luar Negeri Inggris yang menyebut langkah itu sebagai pelanggaran nyata resolusi PBB.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts