Lisa BLACKPINK Tuai Pujian Perdana Menteri Thailand, MV 'Lalisa' Bantu Hal Ini
YouTube/BLACKPINK
Musik
Debut Solo Lisa BLACKPINK

Lisa BLACKPINK mendapatkan pujian dari Perdana Menteri Thailand setelah merilis MV 'LALISA' untuk debut solonya. Pemerintah merasa terbantu oleh video klip tersebut dalam hal ini.

WowKeren - Lisa BLACKPINK (Black Pink) bukan hanya mendapatkan banyak cinta dari penggemar. Bahkan Perdana Menteri Thailand, negara asalnya, mengaku kesuksesannya sebagai diva K-Pop.

Seperti diketahui, Lisa lahir dan tumbuh besar di Buriram, Thailand, sebelum menjadi trainee YG Entertainment. Sehingga tidak mengherankan jika pada solo debutnya, ia menunjukkan banyak cinta untuk negarya dalam video klip dan lagu "LALISA". Lisa menyisipkan elemen tradisional Thailand melalui musik, busana, riasan, dan desain.

Dalam sebuah pernyataan pers di awal pekan ini, seorang juru bicara pemerintah menyampaikan rasa kagum Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha untuk Lisa. Menurut juru bicara Thanakorn Wangboonkongchana, MV 'Lalisa' telah membantu mendorong kesiapan Perdana Menteri Prayut meningkatkan ekonomi kreatif Thailand dan mempromosikan "soft power"

Dalam politik, soft power mengacu pada dorongan menarik bangsa lain melalui budaya dan nilai-nilai menariknya. Salah satu negara yang sukses menerapkan soft power ialah Korea Selatan dengan Hallyu Wave yang menyapu seluruh dunia.


Sang juru bicara menambahkan bahwa seniman seperti Lisa dapat menyebarkan daya tarik Thailand secara internasional dan dengan "penerapan budaya Thailand" diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi negara. Perdana Menteri Prayut memuji Lisa karena menampilkan contoh keahlian dan arsitektur Thailand dalam MV-nya. Bahkan ia berharap bahwa tersebarnya budaya Thailand dapat berkembang untuk menginspirasi masyarakat soal kreativitas.

"Gen Prayut mengagumi keberhasilan seniman Thailand termasuk individu yang karyanya mencerminkan dedikasi dan tekad mereka untuk menginspirasi banyak orang Thailand dalam industri kreatif seperti seni, musik, dan film," kata juru bicara Thanakorn Wangboonkongchana.

Secara khusus, industri kerajinan, manufaktur dan desain mode Thailand sedang diatur untuk meningkatkan kebanggaan negara. Demikianlah yang diharapkan Perdana Menteri. Dengan rilisnya "LALISA" maka minat pakaian dan produk Thailand akan memajukan pasar yang kian berkembang secara global.

Semua ini terkait dengan tujuan pemerintah Thailand dalam hal mempromosikan ekonomi kreatif mereka. Di masa depan, Thanakorn Wangboonkongchana menyatakan bahwa makanan, film, pakaian, bahkan gaya hidup masyarakat tradisional akan menjadi komoditi budaya ekspor.

(wk/inta)

You can share this post!

Related Posts