Hindari RS Kolaps, Singapura Minta Anak Muda Positif COVID-19 Rawat Jalan di Rumah
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Data Kemenkes Singapura menunjukkan pasien muda atau penerima vaksin yang terkonfirmasi COVID-19 akan mengembangkan gejala lebih ringan, karena itu tidak perlu ke RS.

WowKeren - Singapura sudah menembus seribu kasus positif COVID-19 dalam sehari sebagaimana diprediksi pemerintah setempat. Dan kini pemerintah berusaha mengantisipasi kolapsnya sistem kesehatan apabila jumlah kasus positif COVID-19 harian berlipat ganda terus ke depannya.

Departemen Sistem Gawat Darurat Kesehatan Singapura pada Minggu (19/9) kemarin bahkan dilaporkan sudah "dalam tekanan". Karena itulah Kementerian Kesehatan setempat mendorong masyarakat muda dan mereka yang sudah menerima dosis penuh vaksin untuk dirawat di rumah saja apabila terkonfirmasi positif COVID-19.

"Rumah sakit dan pekerja kesehatan kita tidak boleh sampai terlalu terbebani. Sekarang hal inilah yang menjadi tantangan besar Kemenkes dan kita akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini," ujar Menkes Singapura, Ong Ye Kung, dikutip pada Senin (20/9).

Kemenkes melaporkan beberapa IGD RSU di Singapura mencatatkan kenaikan penerimaan pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan ringan. Meski tak disebutkan spesifik di RS mana yang mulai mengalami "tekanan" ini, penegasan soal hanya pasien dengan gejala berat yang boleh dirawat di RS sudah diumumkan ke publik.


Salah satunya dari RS Umum Singapura yang mengakui peningkatan pasien yang masuk ke IGD. "Jika kondisi Anda tidak kritis, tolong cari perawatan di dokter umum atau poliklinik," kata RSU Singapura, dikutip dari Mothership.

Ong pun menegaskan bahwa kunci utama pengendalian COVID-19 di Singapura adalah dari kemampuan sistem kesehatan. Dengan kata lain, pemerintah Singapura akan sedaya-upaya mencegah sistem kesehatan termasuk RS kolaps karena terlalu banyaknya pasien yang harus dirawat.

Sedangkan di sisi lain, penerima vaksin serta pasien COVID-19 berusia muda cenderung mengembangkan gejala klinis yang lebih ringan. Karena itulah pemerintah mendorong mereka untuk dirawat di rumah alih-alih ke RS.

"Karena itulah kami mendorong pasien muda, atau pasien yang sudah menerima vaksin penuh, untuk dirawat di rumah. Kami juga mendorong pasien untuk ke pusat isolasi untuk perawatan daripada ke RS, kami akan mempersiapkan komunitas ini dengan baik dan akan siap pekan depan. Hal ini supaya ranjang RS dan layanan gawat darurat tetap terbuka untuk mereka yang benar-benar membutuhkan," pungkas Ong menegaskan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts