WHO Dukung Obat Regeneron Untuk COVID-19, Desak Produsen Beri Harga Terjangkau Dan Distribusi Adil
SIPA/AP/Kristoffer Tripplaar
Dunia
Pandemi Virus Corona

WHO kembali merekomendasikan sebuah obat untuk pasien yang terpapar COVID-19, seperti Regeneron. Maka dari itu, pihaknya juga mendesak agar didistribusikan secara adil ke seluruh dunia.

WowKeren - Masing-masing pemerintah di negara dunia saat ini terus berupaya untuk bisa keluar dari pandemi COVID-19. Banyak cara dari setiap negara untuk bisa segera mengakhiri pandemi di negaranya.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menambahkan koktail obat antibodi Regeneron-casirivimab dan imdevimab ke daftar perawatan untuk orang yang dinyatakan terpapar COVID-19. Maka dari itu, WHO juga mendesak agar produsen bisa mengurangi harga dan memastikan distribusi yang adil.

"Studi klinis menunjukkan kombinasi obat itu ekfektif pada pasien yang tidak sakit parah, tetapi berisiko tinggi dirawat di rumah sakit dengan COVID-19, atau mereka dengan kasus penyakit parah dan tidak ada antibodi," terang WHO dalam sebuah pernyataan, Jumat (24/9).

Melansir Al Jazeera, WHO menuturkan bahwa obat tersebut merupakan obat pertama yang melawan COVID-19 dan direkomendasikan oleh pihaknya. WHO merekomendasikan untuk menggunakan obat tersebut kepada pasien berisiko tinggi yang tidak parah untuk mengurangi kemungkinan perkembangan penyakit.


WHO mengungkapkan bahwa obat antibodi itu telah digunakan dan disetujui di Amerika Serikat (AS) pada saat merawat mantan Presiden Donald Trump ketika dirawat di rumah sakit akibat terpapar COVID-19. Kemudian, Inggris juga telah menyetujuinya, dan untuk sementara masih dalam peninjauan di Eropa.

Lebih lanjut, WHO memperingatkan untuk tidak memperburuk ketidakadilan kesehatan dan ketersediaan terapi yang terbatas. Pihaknya menegaskan untuk benar-benar merawat pasien COVID-19 dengan risiko tinggi.

Selain itu, WHO juga mendesak produsen Regeneron untuk menurunkan harga obat dan mengupayakan agar distribusi yang adil di seluruh dunia. Termasuk juga harus berbagi teknologi untuk memungkinkan pembuatan versi biosimilar. "Produsen obat Swiss Roche bekerjasama dengan Regeneron untuk memproduksi pengobatan antibodi," jelas WHO.

Sementara itu, para pegiat dan pakar kesehatan masyarakat telah mendesak perusahaan farmasi untuk menurunkan harga dan berbagi kekayaan intelektual untuk memastikan perawatan dan vaksin COVID-19. "Yang pengembangannya sering didanai oleh pembayar pajak, tersedia bagi mereka yang paling membutuhkannya di mana pun mereka tinggal," tandas WHO.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts