BEM SI Desak Ketua KPK Dipecat, UNSRI Sebut Akan Jemput Firli Bahuri Pulang Ke Sumatera Selatan
Nasional
Polemik Tes ASN Pegawai KPK

BEM SI pada Senin (27/9) hari ini, melancarkan aksinya turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi terkait polemik pemecatan pegawai KPK tak lulus TWK pada 30 September mendatang.

WowKeren - Polemik mengenai pemecatan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) pada 30 September nanti rupanya memicu respons banya pihak, tak terkecuali Badan Eksekuti Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK). Sebelumnya, mereka menyatakan akan menggelar demo pada 27 September 2021.

Tampaknya itu bukan hanya ancaman, tetapi BEM SI dan GASAK benar-benar melaksanakan demo ke gedung KPK pada Senin (27/9) hari ini. Mereka mendesak agar segera memecat Ketua KPK Firli Bahuri.

"Kami dari Unsri (Universitas Sriwijaya) akan membawa pulang Pak Firli (yang berasal dari Sumatera Selatan)," tutur Dwiki Sandy selaku Presiden Mahasiswa Unsri, saat menyampaikan orasi di Jakarta. "Pecat, pecat, pecat Pak Firli. KPK enggak memiliki marwah lagi karena ulah Pak Firli yang berselingkuh dengan para koruptor dan oligarki."


Aksi demontrasi yang dilakukan oleh BEM SI dan GASAK ini berlangsung beberapa meter dari Gedung Merah Putih KPK. Jajaran kepolisan pun terlihat menutup akses jalan di Jalan Kuningan Persada K4, Setiabudi, Jakarta Selatan (Jaksel).

Berdasarkan keterangan dari Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto menuturkan bahwa aksi dari mahasiswa itu dijaga ketat setidaknya oleh 600 personel kepolisian. Selain itu, aparat juga mempersiapkan beberapa mobil pengurai massa, water cannon, hingga sejumlah personel Brimob dengan senjata laras panjang yang akan mengamankan aksi demokrasi mahasiswa pada 27 September 2021, hari ini.

Adapun aksi turun ke jalan yang dilakukan oleh BEM SI itu adalah sebagai respons atas sikap diam Presdien Joko Widodo terhadap pemecatan 57 pegawai KPK tidak lulus TWK. Di sisi lain, Nofrian Fadil Akbar selaku Koordinator Pusat BEM SI menuturkan bahwa aksi akan dilakukan secara damai dan menaati protokol kesehatan. Namun ia meminta agar aparat kepolisian tidak menghalangi aksi demo tersebut dengan alasan pandemi COVID-19.

"Kita tetap sudah mengkomunikasikan ke beberapa pihak kepolisian," jelas Nofrian kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (25/9). "Kita komunikasikan saja kondisi di Jakarta levelnya juga turun, kita maunyta aksi damai sampaikan substansi."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts