Ketua Tim Riset Uji Klinis Sinovac Sebut Ada Penurunan Efektivitas Usai 9 Bulan, Anjurkan Booster
Nasional

Pakar mengungkapkan bahwa tingkat efektivitas vaksin Sinovac setelah 9 bulan akan mengalami penurunan. Maka dari itu dianjurkan untuk melaksanakan suntikan dosis ketiga atau booster.

WowKeren - Vaksin COVID-19 yang digunakan oleh pemerintah Indonesia terdiri dari berbagai jenis merek, salah satunya adalah Sinovac. Sinovac sendiri merupakan vaksin COVID-19 asal Tiongkok.

Mengenai efektivitas vaksin COVID-19 asal Tiongkok itu, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac Prof Kusnandi Rusmil menuturkan bahwa ada penurunan usai 9 bulan disuntikkan. Ia mengungkapkan bahwa setelah 9 bulan, imunogenisitas yang dijelaskan sebagai "zat anti" telah turun hingga 50 persen.

"Kadar zat anti pasti masih ada, semua masih mengandung antibodi, tapi sudah berkurang," terang Prof Kusnandi kepada Kumparan, Kamis (30/9). Artinya bahwa vaksin Sinovac sudah tidak lagi melindungi dan membentuk antibodi 100 persen seperti saat pertama kali disuntikkan.

Meski demikian, Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Padjajaran itu menjelaskan bahwa dengan menurunnya imunogenisitas Sinovac, bukan berarti daya tahan tubuh melemah. Prof Kusnandi memastikan bahwa tubuh telah mengingat cara untuk melawan virus Corona (COVID-19). Maka dari itu, masyarakat tidak perlu khawatir.


"Seandainya orang itu kena penyakit, zat anti akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh," papar Prof Kusnandi. "Jadi, perlindungan pasti langsung naik. Jadi, kita enggak perlu takut."

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Prof Kusnandi menyebutkan bahwa vaksin Sinovac memiliki tingkat perlindungan dan efikasi sebesar 15 persen (secara global), dalam melindungi diri dari gejala infeksi COVID-19 supaya tidak terlalu berat. Sedangkan di Indonesia sendiri, efikasi vaksin Sinovac mencapai 65,3 persen.

Meski sempat dikhawatirkan karena terlalu rendah tingkat efikasinya, vaksin Sinovac tetap terbukti efektif dalam melindungi tubuh. Hal ini lantaran vaksin Sinovac mampu membentuk antibodi di angka yang cukup besar yakni 99,23 persen, dengan diikuti efek samping ringan, sehingga aman untuk digunakan.

Berdasarkan data dan kenyataan di lapangan, Prof Kusnandi meminta agar masyarakat mengambil kesempatan untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19 secara penuh. Dengan begitu, apabila seseorang terpapar COVID-19, maka vaksin Sinovac akan mencegah penyakit tersebut menjadi berat.

"Kalau di-booster, akan lebih kuat lagi," tandas Prof Kusnandi. "Jadi, kalau sudah lewat dari 9 bulan, dianjurkan untuk booster untuk vaksinasi ketiga, bisa Sinovac atau yang lainnya."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait