Sejumlah peneliti mendapati kandungan parasetamol hingga ratusan nanogram dalam satu liter air laut di wilayah Teluk Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menanggapi hasil riset ini.
- Elvariza Opita
- Jumat, 01 Oktober 2021 - 15:35 WIB
WowKeren - Peneliti mengungkap fakta mengejutkan soal kondisi air laut di wilayah Teluk Jakarta, termasuk di Angke dan Ancol. Pasalnya ditemukan kandungan obat-obatan, termasuk parasetamol di empat lokasi Teluk Jakarta juga sebuah titik lain di pantai utara Jawa Tengah.
Hasil penelitian ini dimuat di jurnal Science Direct edisi Agustus 2021. Sementara tim penelitinya terdiri dari School of Pharmacy and Biomolecular Sciences, University of Brighton, Lewes Road, Brighton, United Kingdom Centre for Aquatic Environments, University of Brighton, Lewes Road, Brighton, United Kingdom, dan Research Center for Oceanography, Indonesian Institute of Sciences (LIPI/BRIN).
Mereka adalah Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan. Dan hasilnya ditemukan ratusan nanogram parasetamol per liter air di kedua wilayah Teluk Jakarta tersebut, dan diklaim termasuk konsentrasi tertinggi yang pernah diukur.
"Sepengetahuan kami, tingkat parasetamol dilaporkan di sini (610 ng/L terdeteksi di Angke) adalah salah satu konsentrasi tertinggi," tutur para peneliti, dikutip dari Detik News, Jumat (1/10). "Di Ancol kami mendeteksi konsentrasi parasetamol 420 ng/L. Konsentrasi yang dilaporkan pada kedua situs ini tinggi dibandingkan dengan data lain yang dilaporkan."
Meski demikian peneliti mendorong dilakukannya penelitian lanjutan karena hasil riset tersebut menunjukkan gambaran kualitas air laut, khususnya terkait dengan kontaminasi bahan farmasi di perairan pesisir sekitar Indonesia. "Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter nutrisi melebihi batas Baku Mutu Air Laut Indonesia dan beberapa logam juga ada," imbuh para peneliti.
Lantas seperti apa tanggapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapati hasil penelitian tersebut? Rupanya hasil penelitian tersebut telah didengar pihak Pemprov DKI Jakarta yang akan terlebih dahulu mengecek parameter apa yang dipakai dalam studi tersebut.
"Kita nggak meneliti parameter itu (kadar parasetamol) sih, cuma parameter yang lain," ujar Pejabat Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, Jumat (1/10). "Cuma mau cek dulu nih apa saja parameter yang kita pantau dari Laut Jakarta. Cuma kalau parameter khusus parasetamol kita nggak khusus ke situ deh."
Kendati demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap berterimakasih dengan hasil penelitian tersebut. "Kita terima kasih kepada para peneliti yang mau meneliti kualitas air laut, itu kan bagian air pencemaran," kata Yogi.
"Nanti kita dalami, kita telusuri, di mana sumbernya," imbuh Yogi. "Dan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi pencemaran itu."
(wk/elva)