ASN di Luwu Timur Buka Suara Usai Dituduh Perkosa 3 Anaknya Sendiri: Ini Fitnah
Unsplash/Caleb Woods
Nasional

ASN berinisial S itu sempat dilaporkan mantan istrinya yang berinisial R ke Polres Luwu Timur pada tahun 2019, namun proses penyelidikan kasus tersebut telah dihentikan.

WowKeren - Media sosial dibuat heboh dengan cerita kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang ASN di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, kepada tiga anaknya sendiri. ASN berinisial S itu sempat dilaporkan mantan istrinya yang berinisial R ke Polres Luwu Timur pada tahun 2019, namun proses penyelidikan kasus tersebut telah dihentikan.

S kemudian buka suara atas tudingan yang kini kembali ramai diperbincangkan tersebut. Pria tersebut membantah seluruh tudingan mantan istrinya dan menyebutnya sebagai fitnah belaka.

"Kalau bagi saya, hal ini sesuatu yang tidak pernah terjadi. Ini fitnah," ujar S kepada Kumparan, dikutip pada Sabtu (9/10).

S mengaku heran dengan tudingan tersebut dan menduga mantan istrinya merasa iri atau sakit hati dengan perceraian mereka pada tahun 2017 silam. S mengaku dirinya selalu siap diperiksa polisi selama proses penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan itu berlangsung.

Selain itu, S juga menuruti kemauan R untuk melakukan visum di RS Bhayangkara Makassar. Namun Polres Luwu Timur akhirnya menghentikan penyelidikan kasus tersebut pada Desember 2019.

"Selama ini rujukan ada di RS Bhayangkara. Apakah harus mengikuti kemauan seorang yang memaksakan diri atau ada motifnya. Ada rasa irinya karena diceraikan," tuturnya. "Hingga akhirnya melapor di Makassar dan hasilnya sama (visum tidak ada bukti), jadi dihentikan kasusnya."


Meski demikian, S tidak mengungkapkan hal apa yang kemungkinan bisa membuat mantan istrinya merasa iri dan menuduhnya melakukan pemerkosaan terhadap ketiga anak mereka. Adapun Polda Sulsel telah melakukan gelar perkara pada Maret 2020 dan menyatakan penyelidikan kasus tersebut dihentikan karena tak adanya bukti.

Di sisi lain, S mengaku terus menjalin komunikasi dengan mantan istrinya usai mereka resmi bercerai pada tahun 2017. S tidak mengungkapkan alasan perceraian mereka, namun mengaku sempat bertengkar dengan R pada tahun 2016. S memutuskan untuk keluar dari rumah dan membiarkan R beserta anak mereka menempati rumahnya di kawasan Malili, Luwu Timur.

"Untuk ketemu anak usai cerai masih sering. Bahkan antar jemput ke sekolah. Dalam seminggu tidak menentu. Karena mamanya juga sering chat saya untuk jemput anak, karena sekolahnya jauh," paparnya. "Biasa juga tinggal di rumah, dititipkan kalau (lagi) ke Makassar."

Oleh sebab itu, S mengaku kaget kala dirinya dipolisikan terkait dugaan pemerkosaan terhadap ketiga anaknya sendiri. Ia mengaku syok dan merasa telah difitnah.

"Jadi kayak berhalusinasi ini. Saya normal. Masa sampai begitu. Apalagi diisukan ikut kakak, ikut teman. Orang tua dari mana tega lihat anaknya dibegitukan," pungkasnya.

Sebelumnya, S juga telah berniat melaporkan balik mantan istrinya dengan dugaan pencemaran nama baik. Selain itu, ia juga berencana melaporkan pula warganet yang sudah melemparkan berbagai komentar di media sosial.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait