Karantina Turis Asing Disepakati 'Disunat' Jadi 5 Hari, Wagub Bali Beri Penjelasan
Unsplash/bady abbas
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace lantas mengungkapkan bahwa masa karantina turis asing telah disepakati untuk 'disunat' dari delapan hari menjadi lima hari saja.

WowKeren - Penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai Bali akan segera dibuka pada 14 Oktober 2021 mendatang. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace lantas mengungkapkan bahwa masa karantina turis asing telah disepakati untuk "disunat" menjadi lima hari saja.

"Karantina (turis asing) itu sudah disepakati dari delapan hari ke lima hari," ungkap Cok Ace di Kantor DPRD Bali pada Senin (11/10). "Memang keinginan bisa dikurangi lagi, tapi kan ada mekanisme ada semacam uji cobalah dulu. (Jadi diberlakukan) lima hari."

Lebih lanjut, Cok Ace mengungkapkan masa karantina turis asing ke Bali dikurangi salah satunya karena melihat kompetitor dari negara lain. Menurut Cok Ace, ada negara lain yang bahkan tak menerapkan wajib karantina bagi wisatawan asing yang masuk.

"Karena beberapa kompetitor kita bahkan ada yang nol karantina. Tadi malam arahan dari Pak Luhut (Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan) kalau soal corona kita (lama) penyebarannya sudah tahu," paparnya. Kalau (varian) Delta relatif pendek, penularannya cepat sehingga waktunya tidak terlalu lama (atau) sebentar saja orang sudah ketahuan tertular atau tidak. Tapi (varian) Mu yang kita belum tahu."


Oleh sebab itu, pemerintah kini melakukan uji coba dengan memperpendek masa karantina turis asing menjadi lima hari. "Nanti kalau (varian) Mu tidak ada masalah, kita perpendek lagi," jelasnya.

Meski demikian, Cok Ace menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menerapkan nol hari karantina untuk turis asing. Keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan ahli dan guru besar.

"Endak mungkin (nol hari masa karantina). Belum (memungkinkan)," pungkasnya. "Sudah dengan segala pertimbangan. Tadi malam rapat dengan (mendapat) saran-saran guru-guru besar juga sudah dipertimbangkan baik-baik."

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan telah menggelar simulasi terkait pelayanan terminal kedatangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sejumlah persiapan yang dilakukan termasuk menyediakan tempat pemeriksaan penumpang yang terdeteksi suhunya lebih dari 38 derajat Celsius.

Lalu menyediakan fasilitas lain seperti tempat pemeriksaan dokumen kesehatan, 20 bilik untuk pengambilan sampel tes PCR, tempat pemeriksaan keimigrasian. Kemudian disediakan pula baggage handling system, alat pengatur suhu ruangan, dan FIDS.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts