Agnes Monica 'Dipaksa' Putus dari Pacar Beda Agama, Curhatan Cinta Masa Lalu Bikin Nyesek
Instagram
Selebriti
Hubungan Asmara Agnez Mo

Agnes Monica yang dikenal tangguh dan sukses dalam berkarir ternyata pernah merasakan pahitnya perpisahan dengan orang tercinta. Sebelum bersama Adam Rosyadi, Agnes curhat soal dirinya yang harus putus demi kepentingannya serta banyak orang.

WowKeren - Agnes Monica dikenal sebagai sosok yang tangguh. Untuk urusan karir, Agnes sudah mengasah kemampuan sejak masih sangat muda.

Beberapa kali dihujat haters, Agnes tipikal artis yang tahan banting. Namun bukan berarti putri pasangan Ricky Muljoto dan Jenny Siswono itu tak merasa sedih. Agnes justru sudah beberapa kali kena mental akibat ulah haters.

"Gue pernah kena ini lho, kecemasan kayak serangan panik, gara gara waktu itu ada momen di mana haters, komennya banyak banget, caci makinya tuh benar-benar tidak berpendidikan sampai membicarakan soal pribadi keluarga gue," ujar Agnes. "Dan itu sampai setiap kali gue kayak, kena gangguan kecemasan."

Agnes juga sedih karena ia diberitakan kalau karirnya flop oleh media Tanah Air. "Sedih lho aku baca itu. Dan itu media dari sini, dan aku kadang, 'Ya Tuhan'. Gimana kalian (yang memberitakan) tega mengatakan itu. Ya walaupun sudah berusaha mencapai level tertentu, banyak yang masih mengecilkan (meremehkan). Kadang kita sudah membuktikan, banyak orang-orang yang berpura-pura gak lihat," ujar Agnes.


Soal percintaan, Agnes juga terus jadi gunjingan. Ia dipaksa putus dari kekasihnya yang beda agama, Adam Rosyadi, oleh para fans. Padahal selama ini, Agnes selalu nyaman memamerkan kemesraan bahkan tampak tersenyum bahagia saat dicium-dipeluk manja oleh Adam.

Disisi lain, Agnes pernah berada di momen yang menyedihkan. Ia rupanya bukan kali pertama "dipaksa" oleh keadaan dan harus mengakhiri kisah cintanya.

2008 silam, Agnes mengungkap soal kandasnya kisah cinta dengan seseorang. Tak diketahui siapa, namun Agnes mengakui peristiwa itu membuatnya berduka.

"Sekitar setahun lalu, aku pernah diposisi di mana aku harus memutuskan sesuatu yang berat untuk masalah hubungan aku demi kepentingan aku dan banyak orang-orang di sekitar aku," kata Agnes. "Seberapa sakitnya keputusan itu, kita harus berpikir secara logika. Kita tahu ujung-ujungnya (keputusan itu bikin) kita jauh lebih baik, produktif, lebih wise."

Agnes menyadari kalau ia tak bisa egois dan perlu belajar mendengarkan masukan dari orang lain terutama yang benar-benar ia percaya. Karena itu, ia mengaku harus selalu selektif dalam memilih pendamping hidup.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts