Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan di tingkat se-Asia Tenggara atau ASEAN. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri, terutama bagi masyarakat Kota Pahlawan itu.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 22 Oktober 2021 - 08:08 WIB
WowKeren - Sejauh ini, Kota Surabaya, diketahui telah banyak menorehkan prestasi. Kini, Kota Pahlawan itu kembali menorehkan prestasi yang luar biasa.
Surabaya berhasil meraih penghargaan ASEAN Environtmentally Sustainable City (ESC) dalam kategori Udara Terbersih Kota Besar. Dengan perolehan penghargaan ini, Surabaya diakui sebagai kota yang memiliki udara terbesar se-ASEAN atau Asia Tenggara.
Adapun penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam acara yang bertajuk "The 5 ASEAN ESC Award and the 4 Certificate of Recognition" yang digelar di Jakarta pada Kamis (21/10) kemarin. Penghargaan ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, khususnya warga Surabaya. Apalagi penghargaan ini disebut sebagai yang pertama diraih dalam sejarah.
Pada kesempatan yang sama, Eri menerangkan bahwa ada beberapa kategori dalam penghargaan tersebut, di antaranya adalah clean air, clean land, clean water. "Jadi, Kota Surabaya dinilai mampu mengatasi emisi, polusi, dan itulah yang kita lakukan di Surabaya, sehingga kita mendapatkan penghargaan ini," terang Eri dalam acara penghargaan.
Menurut Eri, penghargaan udara terbersih di tingkat ASEAN ini baru pertama kali diraih oleh Kota Surabaya. Hal itu disebutkan lantaran Surabaya sejauh ini belum pernah mendapatkan penghargaan semacamnya di tingkat ASEAN.
Lebih lanjut, Eri memaparkan mengenai cara Surabaya dalam mengatasi emisi dan polusi udara. Salah satunya adalah dengan memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH). Selain itu, Pemkot Surabaya juga selalu membuat inovasi yang terbaik demi masyarakat dan Kota Pahlawan, baik dari sisi airnya, hingga udaranya.
Eri mengungkapkan bahwa Pemkot juga terus mengembangkan penanaman mangrove yang tersebar di beberapa titik Surabaya. Mangrove terus dikembangkan sebagai tempat wisata, sehingga itu dapat mengurangi polusi, kemudian mengangkat fungsi tanah dan air menjadi lebih bagus, serta melakukan beberapa treatment kepada airnya.
Meski demikian, Eri menekankan bahwa tujuan utamanya adalah bukan untuk mendapatkan penghargaan, melainkan semua yang dilakukannya itu bisa memberikan dampak untuk kesehatan dan bermanfaat bagi masyarakat Surabaya. "Itu yang terus kita lakukan, dan itu InsyaAllah, yang menjadi salah satu penilaiannya," tandas Eri.
(wk/tiar)