Sebagai informasi, varian Delta Plus saat ini tengah berkembang di Inggris. Maka dari itu, Wamenkes menekankan agar masyarakat tetap menerapkan prokes secra ketat agar tidak terjadi gelombang ketiga.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:58 WIB
WowKeren - Subvarian Delta AY.4.2 atau yang biasa disebut sebagai Delta Plus diketahui tengah menjadi sorotan para peneliti COVID-19 global. Adapun varian ini diprediksi lebih ganas dari varian Delta.
Varian Delta Plus diketahui pertama kali dilaporkan pada 15 April 2020, dan secara signifikan terus menerus menyebar. Hingga Selasa (26/10), varian ini dilaporkan telah menyebar dan terdeteksi di 423 negara, termasuk Inggris.
Inggris disebut sebagai negara dengan penyebaran varian Delta Plus terbanyak. Berdasarkan situs cov-lineages.org, mencatat bahwa terdapat 21.848 sampel varian Delta Plus di Inggris. Kemudian di Denmark sebanyak 237 sampel, serta di Jerman 232 sampel.
Sementara itu, seperti yang diketahui, belakangan ini masyarakat Indonesia dikhawatirkan dengan potensi terjadinya gelombang ketiga COVID-19. Bahkan sejumlah ahli juga telah memprediksi adanya gelombang ketiga di RI pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurut Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono ancaman gelombang ketiga itu bisa dihindari apabila masyarakat tetap patuh menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan disiplin. Ia lantas menyinggung mengenai kekhawatiran dunia akan varian Delta Plus yang mulai merebak secara global.
Menurut Dante, apa yang terjadi di Inggris tentu harus menjadi kewaspadaan agar jangan sampai varian Delta Plus masuk ke Indonesia. Pasalnya, hal ini bisa memicu terjadinya gelombang ketiga.
"Saat ini ada varian Delta dan ada varian Delta Plus yang berkembang di Inggris yaitu AY.4.2," papar Dante dalam konferensi pers, Selasa (26/10). "Itu adalah varian baru yang berkembang di Inggris sehingga ada gelombang baru. Ini yang tengah kita identifikasi sehingga tidak menyebabkan kenaikan gelombang."
Maka dari itu, Dante menekankan agar berbagai kegiatan masyarakat masih harus terus dibatasi dan dibuka secara bertahap mengikuti situasi pandemi COVID-19 di sekitarnya. Dengan begini, bisa mengantisipasi dan mencegah terjadinya gelombang ketiga di Indonesia.
"Meskipun sekarang sudah mulai turun kasusnya, diharapkan masyarakat tidak euforia karena di beberapa tempat kami sudah identifikasi kasusnya agak sedikit meningkat dibandingkan tempat-tempat lain," tandas Dante.
(wk/tiar)