Pemerintah Indonesia saat ini tengah mewaspadai adanya varian baru atau mutasi dari COVID-19. Belakangan ini, negara di dunia, termasuk Indonesia, tengah mewaspadai varian mutasi Delta Plus.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 29 Oktober 2021 - 10:25 WIB
WowKeren - Virus Corona (COVID-19) disebutkan bakal bisa terus bermutasi. Belakangan ini, negara-negara di dunia dikhawatirkan dengan varian AY.4.2 atau Delta Plus yang mulai merebak luas.
Sejauh ini, varian Delta Plus diketahui belum memasuki Indonesia, namun harus tetap waspada dan hati-hati. Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa sejauh ini, belum ada peneliti yang bisa memastikan apakah varian Delta Plus ini dapat menurunkan efektivitas atau efikasi vaksin COVID-19.
Sebagai informasi, varian Delta Plus ini merupakan subvarian dari stain varian Delta yang ditemukan pertama kali di Inggris. Varian ini, diketahui merupakan turunan dari garis keturunan SARS-CoV-2 yang baru-baru ini frekuensinya telah meningkat di Inggris.
"Kita belum bisa mengetahui apakah berbagai jenis varian Delta ini memiliki karakteristik khusus yang dapat mempengaruhi laju penularan, keparahan gejala, maupun vaksinasi," papar Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (28/10). "Studi terkait hak tersebut masih berlangsung."
Lebih lanjut, Wiku menerangkan bahwa sebenarnya, varian Delta Plus bukanlah varian baru. Hal ini dikarenakan varian Delta untuk saat ini mampu bermutasi menjadi AY1 dan AY28. Maka dari itu, pemerintah juga terus berupaya untuk mengawasi pintu masuk udara dan laut guna meminimalkan, serta mencegah penyebaran varian-varian baru COVID-19.
Selain itu, Wiku juga menyebut bahwa pemerintah akan semakin memperkuat pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) dalam mengidentifikasi varian baru, terutama memantau potensi munculnya varian baru COVID-19 lokal. Menurutnya, sejauh ini, pemerintah telah memaksimalkan pelaksanaan strategi yang sudah ditetapkan sebelumnya seperti karantina perjalanan, 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), 3T (testing, tracing, treatment), dan vaksinasi COVID-19. Semua ini dilakukan untuk mencegah masuknya semua jenis varian baru.
Wiku mengungkapkan bahwa varian Delta Plus ini memang tengah diwaspadai oleh pemerintah lantaran dinilai mengkhawatirkan, dan bisa saja merebak saat Natal dan Tahun Baru. Mengenai belum masuknya varian ini juga telah dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
(wk/tiar)