Bio Farma Ungkap Harga Tes PCR Bisa Lebih Murah dari Rp275.000, Begini Caranya
Instagram/sehatsurabayaku
Nasional

Bio Farma menilai masih ada celah untuk bisa menurunkan harga tes PCR dari batas atas tarif yang berlaku saat ini, yakni Rp275.000 di Jawa-Bali dan Rp300.000 di luar kedua wilayah tersebut.

WowKeren - Pemerintah telah menurunkan batas atas tarif tes COVID-19 dengan RT-PCR menjadi senilai Rp275.000 untuk di Jawa dan Bali, sedangkan di luar kedua wilayah tersebut seharga Rp300.000. Meski demikian, PT Bio Farma (Persero) mengungkap adanya celah untuk kembali menurunkan harga tes PCR tersebut.

"Masih ada sebenarnya celah kita untuk turunkan harga. Tapi berapa persennya belum dihitung," ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir di hadapan Komisi VI DPR RI, Selasa (9/11). Ternyata caranya adalah dengan menggunakan alat uji produksi Bio Farma yakni Bio Saliva.

Diterangkan Honesti, Bio Saliva merupakan alat uji COVID-19 dengan metode jumur. Pengambilan sampel bisa dilakukan dengan individu yang bersangkutan berkumur-kumur lalu memasukkan hasilnya ke wadah.

Honesti menilai pemeriksaan PCR dengan bantuan Bio Saliva ini bisa lebih mudah dan aman karena sampel bisa diambil secara massal. Tenaga kesehatan yang bekerja pun tidak harus menggunakan alat pelindung diri (APD) sehingga kemudian harga tes PCR bisa turut ditekan.


Pasalnya alat tes PCR beroperasi dengan jumlah sampel besar. "(Pengambilan sampel) bisa bisa dilakukan secara massal, nah kalau massal kita dapat volume kan. Tapi kami belum hitung sedetail itu untuk menghitung semuanya (termasuk) implikasi ke biaya," lanjut Honesti.

Namun Honesti juga menjelaskan, terdapat komponen-komponen tes PCR yang tidak bisa ditekan lagi, seperti biaya tenaga kesehatan. Namun Honesti juga meyakini masih ada ruang untuk menurunkan harga tes PCR yang berlaku saat ini.

"Tapi kami berkeyakinan kita masih punya space, ruang untuk bisa menurunkan harga ini," jelas Honesti. "Tapi berapa persennya akan turun, kami butuh exercise juga karena nanti menyangkut kapasitas produksi kami."

Hadir di rapat yang sama, Direktur PT Indofarma, Arief Pramuhanto juga mengungkap celah untuk kembali menurunkan harga tes PCR. Arief menyebutkan komponen penetapan harga tes PCR meliputi reagen,tenaga kesehatan, APD, dan overhead cost. "Mungkin kami bisa efisiensi sedikit di overhead cost," ungkap Arief.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait