Komnas HAM Ungkap Perasaan Orangtua Veronica Koman Usai Rumahnya Diteror Ledakan
Nasional

Menurut Wakil Ketua Komnas HAM Amiruddin, pihaknya mengunjungi kediaman orangtua Veronica Koman untuk mengumpulkan informasi awal dan fakta terkait insiden ledakan itu.

WowKeren - Kediaman orangtua pegiat HAM Papua Veronica Koman diserang oleh teror ledakan yang terjadi pada Minggu (7/11). Pihak kepolisian menduga ledakan tersebut berasal dari petasan.

Kekinian, Komnas HAM mendatangi kediaman orangtua Veronica Koman pasca insiden tersebut. Menurut Wakil Ketua Komnas HAM Amiruddin, hal itu dilakukan untuk mengumpulkan informasi awal dan fakta terkait insiden ledakan itu.

"Langkah ini merupakan bentuk empati Komnas HAM RI terhadap keluarga Veronica Koman serta upaya mengumpulkan informasi awal dan fakta peristiwa," tutur Amiruddin dalam keterangan tertulis, Rabu (10/11).

Amiruddin menilai teror tersebut telah menimbulkan trauma tersendiri bagi orangtua Veronica Koman. Amiruddin juga mengungkapkan bahwa kedua orangtua Veronica Koman kini merasa ketakutan.

"Keduanya merasa resah dan ketakutan pasca teror tersebut terjadi," ungkapnya.


Oleh sebab itu, Komnas HAM meminta Kapolda Metro Jaya untuk memastikan pengusutan kasus tersebut dilakukan hingga tuntas dan transparan. Komnas HAM sendiri akan terus memantau perkembangan kasus tersebut.

"Tindakan-tindakan teror adalah kejahatan. Oleh karena itu, tindakan tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja," tegasnya.

Melansir Kumparan, terduga pelaku aksi teror di rumah orangtua Veronica Koman ini terdiri dari dua orang. Keduanya berboncengan sepeda motor dengan menggunakan helm dan masker.

Salah satu terduga pelaku tampak mengenakan jaket ojek online. Meski demikian, hingga saat ini masih belum bisa dipastikan ada berapa orang yang terlibat dalam insiden tersebut.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, mengungkapkan ledakan di rumah orangtua Veronica Koman sementara diduga berasal dari petasan. Namun kepastian soal benda apa yang sebenarnya meledak tersebut masih diselidiki oleh pihak berwenang.

Sementara itu, pegiat HAM Papua Yan Christian Warinussy menduga aksi tersebut merupakan salah satu bentuk intimidasi untuk Veronica Koman. Ia pun mendesak pihak kepolisian untuk mengungkap tuntas insiden ledakan tersebut.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait