BUMN Sebut Garuda Secara Teknis Telah Bangkrut, Defisit Lebih Besar Dari Jiwasraya
Instagram/garuda.indonesia
Nasional

Isu kebangkrutan yang dialami oleh maskapai nasional Garuda Indonesia tampaknya bukan lagi menjadi kabar semata. Berdasarkan catatan dari BUMN, secara teknis Garuda telah bangkrut.

WowKeren - Isu kebangkrutan maskapai nasional Garuda Indonesia tampaknya kian santer terdengar. Seperti yang diketahui, sebelumnya sempat beredar kabar yang menyebut bahwa dibuka opsi pailit bagi PT Garuda Indonesia yang merugi USD 2,44 miliar.

Kini, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirtoadmodjo menuturkan bahwa secara teknis, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia, secara teknis disebut sudah bangkrut. Hal ini disampaikannya dalam rapat dengan Komisi VI DPR pada Selasa (9/11) lalu.

Wamen BUMN yang akrab dipanggil Tiko itu menyebutkan bahwa kebangkrutan dari Garuda tersebut berdasarkan neraca keuangan perusahaan yang bersangkutan. Ia memaparkan total liabilitas Garuda Indonesia per 30 September 2021, sebesar USD 9,75 juta atau setara dengan Rp139,42 triliun. Sedangkan, untuk total aset Garuda sendiri hanya bernilai USD 6,92 juta atau Rp98,95 triliun.

Dengan begitu, kata Tiko, ekuitas Garuda negatif USD 2,8 miliar atau sekitar Rp40 triliun. Selain itu, setiap bulan, negatif ekuitas juga bertambah USD 100 sampai USD 150 juta atau setara Rp1,5 hingga Rp2 triliun.


Melihat secara teknis Garuda telah mengalami kebangkrutan, maka Tiko mengungkapkan bahwa perlu adanya upaya restrukturisasi massif. "Garuda sudah technically bankrupt, sehingga dibutuhkan upaya restrukturisasi massif yang kemudian akan membutuhkan permodalan baru dari pemegang saham atau investor strategis," jelas Tiko.

Lebih lanjut, Tiko menerangkan bahwa defisit Garuda bahkan lebih besar dibandingkan dengan Jiwasraya. Sehingga, ia menuturkan jika dulunya rekor defisit dipegang oleh Jiwasraya, kini bergeser ke Garuda.

Melansir Kumparan, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada kala itu mengumumkan gagal bayar pada Oktober 2018. Jiwasraya diketahui tidak mampu melunasi klaim polis nasabah sebesar Rp802 miliar.

Sementara untuk laporan keuangan Jiwasraya pada tahun 2017 silam, mencatat aset perusahaan sebesar Rp23,26 triliun. Sedangkan total kewajibannya mencapai angka sebesar Rp50,5 triliun, ekuitas negatif Rp27,24 triliun. Dengan demikian, maka defisit Garuda saat ini lebih besar dibandingkan dengan Jiwasraya pada tahun 2017 silam.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait