Kabar Baik! Indonesia Berhasil Lampaui Target Vaksinasi COVID-19 Lengkap Dari WHO
pexels.com/Nataliya Vaitkevich/Ilustrasi
Nasional

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah memberikan target pencapaian vaksinasi COVID-19 untuk setiap negara, termasuk Indonesia. Kemenkes membeberkan capaian vaksinasi di RI.

WowKeren - Seperti yang diketahui, pemerintah Indonesia hingga saat ini masih terus berupaya untuk bisa melaksanakan vaksinasi COVID-19 kepada seluruh masyarakat. Di sisi lain Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memberikan target pencapaian vaksinasi bagi seluruh negara di dunia.

Adapun target capaian vaksinasi COVID-19 dari WHO yakni setiap negara memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasinya pada akhir September 2021. Kemudian, paling tidak 40 persen pada akhir tahun 2021, dan 70 persen populasi dunia pada pertengahan 2022.

Sementara untuk Indonesia sendiri, Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan bahwa cakupan vaksinasi di Tanah Air telah melampaui target WHO. "Indonesia berhasil mencapainya lebih cepat dari target WHO tersebut," ungkap Nadia melalui keterangan resmi, Senin (15/11).


Nadia kemudian menjelaskan bahwa per Minggu, (14/11), pukul 18.00 WIB, dari jumlah sasaran 208,2 juta orang, sekitar 215,6 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan kepada sekitar 130,3 juta orang atau 62,5 persen dari sasaran dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua, telah mencapai lebih dari 84,1 juta atau 40,4 persen dari sasaran. Sementara dosis ketiga atau booster terhadap tenaga kesehatan (nakes), sudah diberikan sebanyak 1,19 juta atau 81 persen.

Kemudian, Nadia memaparkan mengenai persediaan vaksin COVID-19 di Indonesia saat ini berjumlah 342,5 juta dosis dalam bentuk jadi dan bulk. Terakhir, Indonesia diketahui menerima 4 juta dosis vaksin Sinovac pada Sabtu (13/11) lalu.

Lebih lanjut, Nadia mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu ragu dengan vaksin COVID-19 yang tersedia. Ia juga meminta agar masyarakat tidak memilih-milih merek vaksin. "Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan kepada masayarakat aman, bermutu, dan berkhasiat," papar Nadia.

Nadia lantas menjelaskan bahwa dengan dilakukan vaksinasi COVID-19, maka tubuh akan menjadi relatif lebih tahan serangan virus, bisa menghindarkan dari gejala, perawatan di rumah sakit, dan mengurangi risiko kematian apabila terpapar virus Corona. Meski demikian, hal ini tidak menjadikan seseorang kebal 100 persen terhadap infeksi virus, sehingga masih dapat tetap tertular dan menularkan. "Bagi yang sudah divaksin agar tetap menjalankan prokes 5M," tandas Nadia.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait