Cegah Penyebaran COVID-19 Jelang WSBK Di Sirkuit Mandalika, BNPB Luncurkan Gerakan Mobil Masker
Twitter/kemenparekraf
Nasional

Tidak lama lagi, Indonesia juga bakal menjelang perhelatan ajang balap internasional World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB. Sebelumnya, sirkuit ini telah di jajal oleh Presiden Jokowi.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo telah meresmikan dan menjajal Sirkuit Mandalika di Lombok, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Adapun sirkuit ini nantinya akan digunakan untuk ajang balap internasional seperti World Superbike (WSBK) dan MotoGP.

Mengingat pagelaran balap WSBK bakal digelar di tengah masa pandemi, Ketua Sub Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Troy Pantouw mengimbau agar seluruh pihak terlibat, baik penonton, panitia, dan masyarakat di sekitar Sirkuit Mandalika untuk terus mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini guna mencegah penyebaran COVID-19 saat WSBK 2021 berlangsung.

Lebih lanjut, Troy menerangkan dalam rangka menekan angka penyebaran COVID-19 selama WSBK berlangsung, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meluncurkan Gerakan Mobil Masker untuk masyarakat yang mendukung perhelatan ajang balap tersebut. "Mari kita bersama-sama menerapkan prokes demi mencegah terjadinya penyebaran COVID-19," ungkap Troy kepada Antara, Selasa (16/11).


Menurut Troy, ajang balap motor internasional tersebut akan menjadi acuan dunia mengenai penerapan prokes di Indonesia. "Dengan menerapkan prokes COVID-19, diharapkan ajang ini menjadi acuan bagi negara lain dalam melaksanakan agenda olahraga internasional lainnya di masa pandemi," papar Troy.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lendek Jayadi turut menyampaikan dan mengingatkan kepada warga sekitar Sirkuit Mandalika, khususnya, untuk tidak abai terhadap prokes, meski kasus COVID-19 di Indonesia tercatat melandai. Ia juga mengungkapkan bahwa menjelang digelarnya WSBK, pihaknya telah melakukan berbagai langkah.

Adapun salah satu langkah yang dilakukan adalah vaksinasi COVID-19 terhadap pelaku wisata, khususnya di kawasan Program Daerah Pariwisata Super Prioritas. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pemberdayaan terhadap mereka.

"Semua pelaku wisata khususnya di kawasan DPSP telah tervaksin," terang Lendek. "Kami juga telah melakukan pemberdayaan kemampuan hospitality sumber daya manusia kepariwisataan."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait