Sejumlah daerah di Indonesia saat ini tengah dilanda banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Salah satunya adalah di kawasan Provinsi Kalimantan, yang sebagaian besar wilayahnya terendam banjir.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 22 November 2021 - 20:55 WIB
WowKeren - Memasuki musim hujan seperti sekarang ini, memicu terjadinya bencana alam seperti banjir. Seperti yang diketahui sebelumnya, banjir menerjang wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pertama kali terjadi pada 21 Oktober lalu.
Kini, hampir seluruh wilayah di Kalimantan disebut telah dikepung banjir. Bahkan beberapa daerah di 5 provinsi yang ada di Kalimantan berstatus siaga.
Sementara itu, mengenai penyebab terjadinya banjir di Kalimantan itu hingga kini diketahui masih menjadi perdebatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahwa penyebab banjir tersebut adalah intensitas hujan yang tinggi lantaran Indonesia telah memasuki masa La Nina.
Di sisi lain, sejumlah akademisi dan LSM Lingkungan mengungkapkan bahwa intensitas hujan bukan satu-satunya penyebab banjir di Kalimantan. Menurut mereka, bahwa banjir juga disebabkan oleh deforestasi dan krisis iklim.
Akan tetapi, hingga berita ini ditulis, Presiden Joko Widodo belum juga mengunjungi lokasi banjir di Kalimantan dan menemui masyarakat yang mengungsi. Meski demikian, Jokowi telah menyampaikan beberapa hal mengenai banjir di Kalimantan, salah satunya yakni mengenai adanya kerusakan pada daerah tangkapan air, sehingga terjadi bencana alam tersebut.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang berdampak banjir atau banjir bandang di wilayah Kalimantan Utara. Kemudian juga mengungkapkan ada empat wilayah berstatus siaga banjir yakni Nunukan, Tana Tidung, Malinau, dan Bulungan.
Kemudian untuk Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, juga diterjang banjir hingga lebih dari 14 hari, terhitung sejak 5 November 2021. Lalu disusul oleh banjir di Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, kilometer 35 ruas jalan Trans Kalimantan Palangka Raya - Banjarmasin. Selain itu, banjir juga menerjang di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya.
Selanjutnya, banjir juga terjadi di Kalimantan Barat, salah satunya adalah Sintang. Daerah ini diketahui sudah terendam banjir selama lebih dari satu bulan. Kemudian, beberapa kecamatan lainnya juga terendam banjir.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ibnu Sina mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan status siaga darurat banjir, air pasang, dan puting beliung di wilayahnya. Sedangkan di Kalimantan Timur, BMKG memprakirakan banjir November terjadi dalam tiap sepuluh hari.
(wk/tiar)