Jumlah Pasien COVID-19 RI Diperkirakan Sebenarnya Capai 16 Juta Orang, Begini Penjelasannya
AFP/Maria Tan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Namun Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi tidak bisa menjamin jika herd immunity telah terbentuk di Tanah Air meski banyak orang diperkirakan telah terinfeksi.

WowKeren - Kementerian Kesehatan memprediksi jumlah orang yang terinfeksi COVID-19 sebenarnya mencapai tiga hingga empat kali lipat kasus yang dilaporkan. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan jika saat ini tercatat ada 4 juta kasus COVID-19, maka jumlah orang yang terinfeksi sebenarnya bisa menyentuh angka 16 juta, namun 12 juta di antaranya tidak tercatat dalam sistem.

"Salah satu juga hasil seroprevalensi kita itu menunjukkan angka prevalensi COVID-19 itu adalah 14 persen," jelas Nadia dalam diskusi daring. "Jadi, kalau kita lihat jumlah penderita COVID-19 terkonfirmasi ya jika sekarang ini dilaporkan sekitar 4 juta itu kemungkinan bisa sekitar 15 atau 16 juta sebenarnya."

Meski demikian, Nadia tidak bisa menjamin jika kekebalan berkelompok alias herd immunity telah terbentuk di Tanah Air meski banyak orang diperkirakan telah terinfeksi. Pasalnya secara teori, herd immunity juga terbentuk dari vaksinasi. Adapun cakupan vaksinasi COVID-19 di Indonesia belum mencapai 70 persen, yakni ambang batas yang harus dipenuhi untuk membentuk herd immunity.


"Walaupun mungkin sudah ada orang yang memiliki kekebalan atau imunitas dari infeksi alamiah, tetapi terinfeksi alamiah itu tidak menjadi faktor dalam perhitungan target vaksinasi untuk bisa mengendalikan atau menurunkan laju penularan," jelasnya.

Dalam kesempatan lain, Nadia mengungkapkan bahwa hampir 80 persen orang yang terpapar COVID-19 di Indonesia adalah orang tanpa gejala (OTG). Hal ini disampaikan oleh Nadia terkait hasil survei serologi Kemenkes yang menunjukkan 16 juta orang kemungkinan telah terpapar COVID-19 di Tanah Air.

"Jadi ini mungkin saja terjadi pada orang yang sudah terinfeksi tetapi tidak menunjukan gejala karena 60 persen hingga 80 persen orang positif COVID-19 tidak bergejala," tutur Nadia kepada BeritaSatu.com.

Menurut Nadia, rata-rata kasus COVID-19 berstatus OTG sehingga sebagian besar orang terpapar bisa sembuh. Sedangkan pasien yang mengalami gejala buruk bisa mendapat perawatan di fasilitas kesehatan hingga bisa mendapatkan penanganan yang sesuai untuk pasien COVID-19.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts