DPRD DKI Nilai Proyek Sumur Resapan Banyak Masalah, Minta Dihentikan Sementara
Nasional

Belum lama ini, ada salah satu resapan sumur di Lebak Bulus, jeblos usai dilewati mobil. Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Fraksi PDIP minta proyek dihentikan sementara.

WowKeren - Seperti yang diketahui, belakangan ini, tidak sedikit masyarakat DKI Jakarta mengeluhkan jalanan rusak akibat adanya proyek pembangunan sumur resapan. Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Ahmad Riza Patria juga telah mengatakan akan memperbaiki jalanan yang rusak tersebut.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Ida Mahmudah meminta agar proyek sumur resapan dihentikan sementara. Ida menilai pembangunan sumur resapan itu menimbulkan banyak masalah.

"Memang melihat situasi dan kondisi pekerjaan sumur resapan saya tidak tahu masih berapa banyak," tutur Ida kepada wartawan, Kamis (9/12). "Untuk sementara dihentikan saja."

Lebih lanjut, Ida menuturkan bahwa pemberhentian sementara pembangunan sumur resapan itu lantaran menimbulkan kontroversi. Maka dari itu, ia meminta agar kontraktor pelaksana untuk bisa merencanakan pembangunan dengan matang, sehingga memiliki hasil yang baik.


Adapun salah satu pembangunan sumur resapan yang mengalami masalah baru-baru ini adalah di Jalan Bona Indah, Lebak Bulus, yang jeblos usai dilindas mobil. Mengenai hal ini, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Yusmada Faizal menerangkan bahwa jeblosnya sumur resapan itu lantaran dalam kondisi belum selesai.

"Sudah dirundingkan dengan warga, malam ini sedang ditangani," jelas Yusmada kepada detik.com, Rabu (8/12). "Sumur resapan di jalan itu harus kuat menahan beban. Itu jebol karena betonnya baru berusia tiga hari, begitu menurut vendornya (kontraktor)."

Menanggapi jeblosnya sumur resapan di Lebak Bulus, Wagub DKI Riza menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi lantaran beton baru terpasang, sehingga belum cukup kuat untuk menopan beban berat. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi kejadian tersebut.

"Itu kan ada tutup-tutup yang masih sementara sifatnya, yang belum permanen, mungkin belum kuat, (belum) cukup umurnya yang memang harus dijaga," papar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (9/12). "Sudah kami sampaikan kepada Sumber Daya Air untuk melakukan evaluasi, nanti juga dibantu Bina Marga."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait