Kakak Laura Anna, Greta Irene beri komentar hingga ungkap kekesalan usai Gaga Muhammad baru ingin bertemu sang adik setelah meninggal dunia pada Rabu (15/12).
- Eny Kartini
- Jumat, 17 Desember 2021 - 11:18 WIB
WowKeren - Proses jenazah Laura Anna dikremasi telah selesai. Sebelum itu, Gaga Muhammad rupanya ingin melihat wajah Laura Anna untuk terakhir kalinya. Seperti diketahui, Laura Anna meninggal dunia pada Rabu (15/12).
Pernyataan Gaga Muhammad itu rupanya membuat keluarga heran dan tak terima. Terutama kakak Laura Anna, Greta Irene. Pasalnya menurut Greta, Gaga Muhammad seharusnya tak perlu menunggu Laura Anna tiada dulu untuk bertemu.
"Kenapa nggak dari setahun lalu? Dari dulu saja kek. Pas setahun lalu dia masih hidup," ujar Greta Irene di Rumah Duka Grand Heaven, Pluit pada Kamis(16/12).
Kendati demikian, Greta Irene mengungkapkan jika pihak keluarganya telah memaafkan Gaga Muhammad. Terlebih saat ini Laura Anna sudah meninggal dunia. "Kami maafkan kok," kata Greta Irene.
Akan tetapi, Greta Irene menegaskan jika keluarganya ingin Gaga Muhammad mendapatkan hukuman yang setimpal. Apalagi Gaga Muhammad dinilai lalai dalam kecelakaan yang membuat Laura Anna sampai lumpuh.
"Hukum tetap hukum. Aku nggak anggap ini kecelakaan, tapi kelalaian," tegas Greta Irene.
Greta Irene pun heran dengan sikap Gaga Muhammad yang tak menunjukkan rasa bersalah setelah membuat sang adik lumpuh. Pasalnya Gaga Muhammad disebut pergi meninggalkan Laura Anna setelah lumpuh pada dua tahun lalu.
"Aku nggak terima adik aku digituin. Kalau dia dari awal tangung jawab mah nggak bakal gini. Kami butuh satu tahun loh untuk urus ini," ungkap Greta Irene.
Seperti diketahui, Gaga Muhammad memang mengaku ingin bertemu dengan Laura Anna untuk terakhir kalinya. Namun keinginannya itu tak dikabulkan pihak pengadilan. Pasalnya Gaga Muhammad kini tengah ditahan terkait laporan Laura Anna.
Gaga Muhammad akhirnya mengutus sang ayah. Diketahui, ayah Gaga Muhammad, Asep Yusman datang melayat ke rumah duka tempat Laura Anna disemayamkan bersama dengan pengacaranya, Fahmi Bachmid.
(wk/enyk)