Viral Habib Bahar bin Smith Sindir KSAD Dudung, Pengacara Beri Penjelasan
Nasional

Menurut Bahar, Dudung tidak tampak membantu masyarakat yang tertimpa bencana erupsi Semeru. Ia mengklaim bahwa relawan FPI (Front Pembela Islam) yang justru hadir di lokasi bencana tersebut.

WowKeren - Habib Bahar bin Smith kembali viral karena salah satu ceramahnya. Dalam ceramah tersebur, Bahar mempertanyakan kiprah Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Dudung Abdurrachman kala Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi beberapa waktu lalu.

Menurut Bahar, Dudung tidak tampak membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Ia mengklaim bahwa relawan FPI (Front Pembela Islam) yang justru hadir di lokasi bencana tersebut.

"Mana yang kemarin nurunin balihonya Habib Rizieq? Mana Jenderal baliho mana yang kemarin nurunin baliho Habib Rizieq? Yang kemarin ngomong bubarkan saja FPI, mana kok nggak keliatan di Semeru? Mana? Kok malah FPI yang ada di sana," tutur Bahar dalam video tersebut.

Sebagai informasi, pada November 2020 lalu Dudung sempat memerintahkan penurunan baliho Habib Rizieq di wilayah DKI Jakarta. Kala itu, Dudung masih menjabat sebagai Pangdam Jaya.

Selain soal Semeru, Bahar juga menyinggung pernyataan Dudung soal Papua adalah bagian dari saudara yang harus dijaga. Bahar mempertanyakan mengapa Dudung merangkul OPM namun "galak" kepada Ormas Islam.


"OPM dibilang saudara. Dudung, Dudung. Giliran sama ormas Islam galak. Sama OPM yang jelas-jelas teroris, separatis 'itu saudara kita'," lanjutnya. "Berapa banyak prajurit TNI dan Polri yang dibunuh dibantai oleh OPM? Kok malah dianggap saudara dan mau dirangkul, OPM harusnya dibasmi, diberantas."

Ceramah Bahar tersebut lantas menuai sejumlah respons, termasuk dari seorang pria yang diduga merupakan anggota TNI AD. Pria yang belum diketahui identitasnya itu meminta Bahar untuk tidak menjadi provokator terhadap sesama muslim.

Ichwan Tuankotta selaku pengacara Bahar bin Smith lantas memberikan klarifikasi terkait ceramah kliennya tersebut. Menurut Ichwan, cerapa Bahar tak lepas dari kritik kebijakan pemerintah terkait penanganan Semeru.

"Jangan dipotong-potong makna ceramahnya itu. Maksud itu peristiwa di Semeru itu, beliau (Dudung) teriak bubarkan FPI, tapi FPI yang hadir duluan di sana. Bahkan ada pemasangan bendera HRS. Jadi FPI yang dibubarkan, kok FPI yang lebih dulu ke Semeru dibandingkan Jendral Dudung. Kuncinya di situ. Itu bagian dari mengkritik kebijakan pemerintah," paparnya.

Ochwan tidak menjelaskan dimana ceramah viral Bahar tersebut digelar. Namun Ichwan menjelaskan kritik Bahar terhadap Dudung dalam ceramah itu bermuka kala kliennya mendoakan para korban erupsi Semeru.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait