Keberangkatan Umrah RI Ditunda Imbas Omicron, Hampir 75 Persen Agen Penyelenggara Perjalanan Kolaps
AFP
Nasional

Penundaan ini lantas disesali oleh pengusaha agen travel pemberangkatan haji dan umrah. Mengingat para agen travel telah menanti akhir pandemi COVID-19 yang sudah berjalan dua tahun.

WowKeren - Pemberangkatan jemaah umrah Tanah Air yang dijadwalkan pada 23 Desember 2021 terpaksa ditunda karena Varian Omicron. Menurut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Nur Arifin, keberangkatan jemaah umrah perdana akan diundur hingga awal Januari 2022 mendatang.

Penundaan ini lantas disesali oleh pengusaha agen travel pemberangkatan haji dan umrah. Mengingat para agen travel telah menanti akhir pandemi COVID-19 yang sudah berjalan dua tahun.

Menurut Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi) Syam Resfiadi, pihaknya terpaksa menerima keputusan tersebut dan bersabar untuk bisa kembali berangkat ke Tanah Suci. Padahal, Syam mengungkapkan bahwa jumlah agen Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang tersisa kini hanya sekitar 25 persen.

"Semoga saja Allah SWT memberikan jalan kepada Pemerintah Indonesia agar bisa memberi bantuan-bantuan kepada kami, karena secara pribadi sudah hampir 75 persen pemilik PPIU ini saya anggap sudah kolaps," ungkap Syam kepada Liputan6.com, dikutip Senin (20/12). "Yang bisa bertahan hanya 25 persen karena mereka masih menggunakan deposit dari jamaah yang tertunda maupun jamaah yang belum diberangkatkan untuk haji sampai 7-8 tahun yang akan datang."


Lebih lanjut, Syam mengungkapkan bahwa Sapuhi telah berkirim surat kepada pemerintah, Komisi VIII DPR RI, Badan Pengelola Keuangan Haji, hingga Kementerian Agama terkait hal ini. Meski demikian, mereka masih belum mendapatkan jawaban hingga saat ini.

"Kami harus bagaimana, dapat apa untuk bisa dibantu, agar tidak terjadi masalah di hari kemudian dengan adanya penundaan-penundaan keberangkatan umrah akibat COVID-19," katanya.

Di sisi lain, Syam juga mencoba memahami keinginan pemerintah untuk melindungi masyarakat Indonesia dari paparan COVID-19 dan berbagai variannya. Menurutnya, hal tersebut merupakan yang utama.

"Juga kami perlu pertimbangan, karena kami selaku pengirim jamaah umrah yang dalam satu tahun rata-rata 1 juta orang, dibandingkan dengan 275 juta orang Indonesia ya kami tidak ada 1 persen pun dari situ," ujarnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait