Sejumlah wilayah di Indonesia hingga kini masih banyak yang dilanda banjir akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Seperti yang terjadi di 3 Desa provinsi Kalimantan Timur.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 20 Desember 2021 - 13:56 WIB
WowKeren - Di masa musim hujan seperti sekarang ini, mengakibatkan sejumlah wilayah di Indonesia dilanda banjir. Seperti yang terjadi di tiga desa Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, baru-baru ini.
Adapun penyebab dari banjir di kawasan tersebut adalah akibat hujan dengan intensitas tinggi, disertai dengan pasang air laut, sehingga membuat air sungai meluap. "Merujuk pada laporan Pusdalops BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Minggu (19/12), banjir kali ini berdampak pada 101 kepala keluarga dan 101 rumah, serta 1 musaka terendam banjir," tutur Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (20/12).
Abdul lantas mengungkapkan 3 desa yang dilanda banjir adalah Bukit Raya, Sukaraja, dan Kelurahan Sepaku. Menurutnya, BPBD PPU bersama TNI-Polri, Dinas PUPR, Dinas Sosial, PMI, masyarakat, dan OPD turun ke lokasi untuk mengevakuasi, memantau, dan mendata dampak banjir.
Meski demikian, banjir hanya berlangsung selama 1-2 jam dan langsung surut mengikuti turunnya pasang-surut air laut. "Karakteristik bencana banjir di Kecamatan Sepaku ini adalah banjir yang tidak lama atau dengan kata lain banjir akan segera surut, tinggi muka air akan segera turun bersamaan dengan turunnya air laut," ungkap Abdul dalam keterangan, Senin (20/12).
Sementara itu, BPBD PPU secara terus menerus memberikan informasi kepada masyarakat, baik melalui jejaring media sosial maupun berkoordinasi dengan aparat setempat untuk selalu waspda dan meningkatkan kesiapsiagaan meski banjir telah surut. Menurut Abdul, ada prakiraan pasang surut air laut dari Stasiun Meteorologi kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan-Balikpapan pada periode 15 hingg 23 Desember 2021.
Abdul mengungkapkan ketinggian pasang diperkirakan maksimum antara 2,6 meter dan 2,8 meter. "BNPB mengimbau kepada masyarakat, diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain dengan memahami rute evakuasi dan daerah yang lebih aman dari banjir," papar Abdul.
"Kemudian jika banjir sudah terjadi agar mewaspadai adanya saluran air, lubang, dan tempat-tempat lain yang tertutup genangan banjir dan menghindari tersengat listrik dengan mematikan sumber listrik yang ada," tandas Abdul.
(wk/tiar)