Menurut Abu Solihin sang pelatih silat, MNR merupakan anak baik dengan sederet prestasi di cabang olahraga pencak silat. Pada Oktober 2020, MNR disebut berhasil memenangkan kejuaraan dunia pencak silat di Belanda.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 23 Desember 2021 - 15:19 WIB
WowKeren - Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang pemuda berinisial MNR di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. MNR disebut merupakan sosok pesilat berprestasi tingkat dunia.
Menurut Abu Solihin sang pelatih silat, MNR merupakan anak baik dengan sederet prestasi di cabang olahraga pencak silat. Pada Oktober 2020, MNR disebut berhasil memenangkan kejuaraan dunia pencak silat di Belanda.
"Saya terkejut dapat kabar MNR diamankan, makanya saya langsung mendatangi rumahnya," tutur Abu Solihin kepada Antara, Rabu (22/12). "Jadi kejuarannya secara virtual, kami kirim video rekaman. Alhamdulillah dari 2.200 peserta, MNR keluar sebagai juara dalam cabang pencak silat budaya tradisi Banjar."
Menurut Solihin, MNR mendapat penghargaan dari Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina atas prestasi internasional tersebut. Penghargaan tersebut diserahkan pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September 2021.
Sementara itu, MNR yang baru berusia 22 tahun ditangkap Densus 88 sebagai terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Polri menegaskan bahwa Densus telah mengantongi bukti yang cukup untuk menangkap MNR.
"Benar (MNR ditangkap Densus). Yang jadi dasar adalah alat bukti yang didapat dari penyidikan," papar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, Kamis (23/12).
Hal senada juga disampaikan oleh Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar. Menurutnya, bukti yang dimiliki Densus berkaitan dengan dugaan tindak pidana terorisme yang dilakukan MNR.
"Yang jadi dasar adalah alat bukti yang dimiliki penyidik terhadap keterkaitan seseorang dengan jaringan atau kelompok teroris ataupun terhadap suatu perkara tindak pidana terorisme yang terjadi," papar Aswin.
Meski demikian, Aswin masih belum mau mengungkapkan peran MNR dalam dugaan tindak pidana terorisme tersebut. Pihak Densus 88 disebut baru akan mengungkap peran MNR kala penyidik sudah melakukan pemeriksaan awal.
"Peran ini akan dijelaskan setelah pemeriksaan awal, ya," kata Aswin.
Sebelumnya, NI yang merupakan orangtua MNR menyatakan bahwa putranya merupakan anak yang soleh. NI menjelaskan bahwa senjata tajam yang dibawa polisi pada saat penggeledahan merupakan peralatan milik MNR yang digunakan untuk latihan pencak silat. Ia berharap agar putranya bisa segera dibebaskan apabila nantinya tidak terbukti terlibat dalam jaringan terorisme.
"Anaknya soleh, salat lima waktu tidak pernah ketinggalan," tutur NI. "Kalau tidak turun bekerja ya latihan pencak silat, atau di rumah saja belajar."
(wk/Bert)