PHRI Sarankan Pesan Hotel Dulu Sebelum Pergi Ke Luar Negeri Demi Kepastian Tempat Karantina
Unsplash/Paul Postema
Nasional

Seperti yang diketahui, bagi pelaku perjalanan internasional di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, diwajibkan untuk melakukan karantina setibanya di Tanah Air.

WowKeren - Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, pemerintah menerapkan sejumlah peraturan untuk mencegah penyebaran virus semakin meluas. Salah satunya adalah kewajiban karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia.

Sementara itu, Koordinator Hotel Repatriasi Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Vivi Herlambang memberikan saran bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk memesan hotel sebagai tempat karantina terlebih dahulu. Sehingga, setibanya di Indonesia, masyarakat sudah memiliki kepastian lokasi karantina.

"Kami sarankan yang mau berangkat ke luar negeri, melakukan booking hotel dulu," tutur Vivi dalam acara "Kupas Tuntas Prosedur Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri" secara daring di Jakarta, Kamis (23/12).

Lebih lanjut, PHRI menyediakan sebanyak 16.588 kamar dari 135 hotel di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk karantina mandiri. "Tingkat keterisian baru mencapai 56 persen," ujar Vivi.


Dengan begitu, artinya masih ada sekitar 7.266 kamar hotel yang masih tersedia untuk melakukan karantina mandiri saat kembali ke Tanah Air dari perjalanan internasional. Adapun tempat yang bisa digunakan untuk karantina mandiri adalah mulai dari hotel bintang dua hingga bintang lima dan mewah.

Vivi lantas menerangkan rincian biaya karantina mandiri di hotel bintang dua mulai dari Rp6,75 juta. Kemudian untuk karantina mandiri di hotel bintang tiga mulai dari Rp7,74 juta.

Lalu untuk karantina mandiri di hotel bintang empat mulai dari Rp9,225 juta, bintang lima mulai dari Rp12,425 juta, serta hotel mewah Rp17 juta. Menurut Vivi, harga tersebut sudah termasuk biaya penginapan untuk 9 malam 10 hari dengan tiga kali makan per hari, layanan cuci baji lima potong per hari, transportasi dari bandara ke hotel, dua kali tes PCR dan tenaga kesehatan (nakes).

Sementara itu, belakangan banyak masyarakat yang mengeluhkan dan menilai biaya karantina mandiri mahal. Bahkan tidak sedikit yang minta karantina gratis di Wisma Atlet. Permintaan masyarakat itu tentu saja tidak dikabulkan pemerintah lantaran Wisma Atlet hanya diperuntukkan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan mahasiswa di luar negeri.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait