Heboh COVID-19 Delmicron 'Kolaborasi' Delta dan Omicron, Eks Direktur WHO Bongkar Fakta Ini
Nasional

Belakangan beredar narasi virus Corona varian Delmicron yang merupakan gabungan dari Delta dan Omicron. Eks Direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, memberikan penjelasan soal itu.

WowKeren - Bila sebelumnya COVID-19 varian Delta mendominasi global, belakangan "pamornya disaingi" oleh Omicron. Namun belakangan muncul lagi istilah "Delmicron".

Narasi yang beredar, Delmicron merupakan varian ganda gabungan dari COVID-19 Delta dan Omicron. Meski demikian, Pakar Ilmu Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa Delmicron bukan penamaan ilmiah dari varian terbaru virus Corona.

"Istilah ini nampaknya banyak bermula dari keterangan Dr Shashank Joshi, salah seorang anggota Satgas/taskforce dari negara bagian Maharashtra di India. Ibu Kota Maharashtra adalah Mumbai atau Bombay, kota perdagangan dan juga pusat industri film Bollywood," terang Tjandra dalam pernyataan tertulisnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu (27/12).

Menurut Tjandra, otoritas berwenang di India seperti Indian Council of Medical Research (ICMR) tidak pernah memberi pernyataan atau informasi apapun mengenai varian Delmicron. "Juga tidak ada penjelasan dari pakar lain yang menyebutkan tentang Delmicron," tegas Tjandra menambahkan.


Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara itu menilai istilah Delmicron hanya berasal dari pendapat seorang dokter yang diwawancara sebuah media. Delmicron sendiri bukan bentuk tulisan ilmiah maupun nama resmi dari varian SARS-CoV-2.

Sebab sejauh ini WHO hanya menamai varian baru virus Corona dengan abjad Yunani. Yang terbaru adalah Omicron yang merujuk pada varian COVID-19 mengkhawatirkan yang semula berkembang di negara-negara selatan Afrika.

"Sejauh ini disebutkan bahwa ini bukanlah varian baru, tetapi pasien yang terserang varian Delta dan varian Omicron," tutur Tjandra, dikutip pada Senin (27/12). "Sehingga diduga cepat menular dan keluhannya tidak ringan."

"Tetapi sekali lagi belum ada bukti ilmiah yang jelas tentang hal ini," imbuh Tjandra. "(Penamaan biasanya menggunakan abjad Yunani) jadi sepatutnya tidak akan ada istilah Delmicron dalam klasifikasi Variant of Concern (VoC) atau Variant of Interest (VoI) WHO."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait