Rekomendasi ini dikeluarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan mempertimbangkan pengalaman lonjakan kasus COVID-19 Indonesia pasca masa libur panjang hingga adanya Varian Omicron.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 30 Desember 2021 - 16:23 WIB
WowKeren - Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi terkait liburan sekolah akhir tahun. Rekomendasi ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan pengalaman lonjakan kasus COVID-19 Indonesia pasca masa libur panjang hingga adanya Varian Omicron.
Selain itu, IDAI juga mempertimbangkan cakupan imunisasi COVID-19 belum dilakukan kepada anak berusia kurang dari 6 tahun, sedangkan cakupan vaksinasi pada anak usia 6-18 tahun masih belum mencapai target 70 persen. Reinfeksi oleh varian lain dapat terjadi pada penyintas COVID-19 juga menjadi salah satu pertimbangan IDAI dalam mengeluarkan rekomendasi ini.
Sejumlah pertimbangan tersebut membuat IDAI mengimbau masyarakat untuk mengambil kesempatan libur panjang sebagai waktu melengkapi imunisasi rutin dan imunisasi COVID-19. Orangtua juga diminta untuk tidak khawatir dalam memberikan vaksinasi COVID-19 bagi anak yang telah diperbolehkan melakukan vaksinasi.
"Untuk keluarga yang memiliki anak usia kurang dari 6 tahun hendaknya menggunakan prinsip cocooning (melengkapi imunisasi semua anggota keluarga untuk memberikan perlindungan kepada anggota keluarga yang tidak bisa mendapatkan imunisasi)," demikian salah satu rekomendasi IDAI. "Tetap terus menjaga protokol kesehatan secara ketat dan disiplin dengan menggunakan masker pada anak usia kurang dari 2 tahun, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan baik bagi yang sudah mendapatkan vaksin maupun belum."
Lebih lanjut, IDAI juga menghimbau untuk menghindari kegiatan yang dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19. Di antaranya adalah bepergian ke luar kota, bepergian ke tempat yang ramai dan tertutup, serta berkumpul dengan keluarga tidak serumah atau teman tanpa protokol kesehatan.
"Mengikuti perkembangan terkini terkait transmisi COVID-19 di daerah masing-masing," lanjut rekomendasi tersebut. "Tetap waspada terhadap varian baru Omicron maupun varian lainnya karena bukti-bukti ilmiah terkait penularan, keparahan penyakit dan kematian masih terus berkembang."
IDAI juga merekomendasikan orangtua untuk mengenali gejala COVID-19 lebih dini seperti demam, nyeri otot, batuk, dan pilek. Apabila anak menunjukkan gejala, maka sebaiknya segera diisolasi dan hubungi petugas kesehatan atau dokter spesialis anak. Jika anak melakukan kontak dengan kasus COVID-19, segera lakukan swab nasofaring untuk memastikan apakah ia terpapar atau tidak.
(wk/Bert)