Satgas Pangan Bareskrim Terjunkan 3 Tim, Cek Harga Sembako Jelang Tahun Baru 2022
Pxhere
Nasional

Menjelang Tahun Baru 2022, Satgas Pangan melakukan pemantauan harga-harga sembako di sejumlah wilayah. Seperti yang diketahui, menjelang momen seperti Tahun Baru, kerap terjadi lonjakan harga pangan.

WowKeren - Beberapa hari ke depan, masyarakat akan merayakan pergantian tahun atau biasa disebut Tahun Baru. Menjelang Tahun Baru, biasanya harga sembako di pasaran akan mengalami kenaikan.

Sementara itu, Satgas Pangan Bareskrim diketahui menerjunkan 3 tim untuk mengecek sembako menjelang Tahun Baru 2022. Adapun pengecekan ini dilakukan di 3 lokasi berbeda yakni Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur.

Salah satu tempat yang dipantau oleh tim Satgas Pangan adalah Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Berdasarkan dari hasil pemantauan yang dilakukan tim menemukan harga sembako yang beragam.

"Kita menemukan beberapa varian harga sembako. Seperti tadi kita lihat di telur, untuk masalah telur tadi ada penurunan, dari Rp 31 ribu menjadi Rp 30 ribu," terang Wakil Ketua Analisa dan Evaluasi Satgas Pangan, Kombes Eka Mulyana, saat meninjau Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (30/12).


"Kemudian cabai rawit merah, dari harga Rp 120 ribu menjadi Rp 100 ribu, kemudian harga cabai hijau kuning juga ada penurunan" lanjut Eka.

Sementara untuk harga minyak goreng yang belakangan ini mengalami kenaikan harga yang terbilang signifikan, kata Eka, juga ada penurunan. Untuk minyak goreng kemasan yang harganya sempat berada di angka Rp27 ribu, kini sudah turun menjadi Rp20 ribu. "Sedangkan untuk minyak curah juga sama, ada penurunan juga menjadi Rp 18 ribu," imbuhnya.

Lebih lanjut, Eka juga sudah mengecek ketersediaan pangan ke beberapa distributor di Cibitung dan Kramat Jati. Ia memastikan akan ketersediaan pangan hingga awal tahun 2022. Menurutnya, stok persediaan pangan masih memadai untuk akhir tahun 2021 hingga awal bulan Januari 2022 nanti.

Eka mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan survei di beberapa tempat dari Jakarta hingga Jatim. Berdasarkan survei yang dilakukannya itu tidak ditemukan penimbunan barang yang dilakukan oleh pengecer.

Sementara untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman, Eka menuturkan bahwa Satgas Pangan akan melakukan pengawasan secara langsung terhadap para distributor. Selain itu, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan Polres dan Polsek di seluruh Indonesia.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait